BEIJING, Radio Bharata Online - Otoritas Tiongkok telah merilis pedoman untuk menangani tata cara daur ulang peralatan fotovoltaik dan tenaga angin yang telah dinonaktifkan.

Demikian diumumkan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok pada hari Kamis.

Pedoman tersebut menyatakan, bahwa Tiongkok akan secara aktif membangun sistem daur ulang peralatan tenaga angin dan fotovoltaik, yang mencakup desain ramah lingkungan, daur ulang standar, pemanfaatan bernilai tinggi, pembuangan yang aman dan tidak berbahaya, dan mata rantai lain dalam sistem rantai daur ulang.

Pedoman tersebut juga menguraikan enam tugas utama:

  1. mempromosikan desain ramah lingkungan dengan penuh semangat;
  2. membangun dan meningkatkan mekanisme tanggung jawab untuk pembuangan peralatan yang dinonaktifkan;
  3. meningkatkan sistem daur ulang peralatan;
  4. memperkuat kapasitas daur ulang sumber daya;
  5. dengan hati-hati mempromosikan re-manufaktur peralatan; dan
  6. standarisasi pembuangan limbah padat yang tidak berbahaya.

Perencana Ekonomi negara mengatakan, industri energi baru Tiongkok telah berkembang pesat, dimana kapasitas terpasang tenaga angin dan fotovoltaik menempati urutan pertama di dunia.  Dengan percepatan peningkatan industri dan pembaruan peralatan, peralatan energi baru akan menghadapi masalah penonaktifan dalam skala besar.

Menurut data resmi, pada akhir April tahun ini, kapasitas terpasang tenaga angin Tiongkok mencapai 380 juta kW, sedangkan kapasitas terpasang tenaga fotovoltaik mencapai 440 juta kW. Jika digabungkan, keduanya menyumbang 30,9 persen dari kapasitas pembangkit listrik terpasang secara Nasional. (Xinhua)