Wuzhen Town, Radio Bharata Online - Seiring dengan upaya Tiongkok untuk mengembangkan model kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berskala besar, para pakar industri sangat antusias dengan potensi tak terbatas yang dapat dihasilkan oleh teknologi ini dan percaya bahwa teknologi itu akan terbukti sangat efektif dalam meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya.
Teknologi AI dengan cepat menjadi topik hangat di seluruh dunia dan menjadi salah satu sorotan utama di Light of Internet Expo, yang diselenggarakan sebagai bagian dari Konferensi Internet Dunia (WIC) 2023 yang sedang berlangsung di Wuzhen, Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur.
Sektor AI yang berkembang pesat sedang berkembang pesat di Tiongkok, dengan skala total industri AI inti negara tersebut melampaui 500 miliar yuan (sekitar 1.075 triliun rupiah) pada tahun 2022.
Menurut sebuah laporan yang dirilis oleh lembaga penelitian di bawah Kementerian Sains dan Teknologi Tiongkok pada bulan Mei 2023, Tiongkok sekarang berada di urutan kedua secara global dalam hal jumlah model AI skala besar yang dikembangkan, setelah Amerika Serikat. Sejauh ini, Tiongkok telah mengembangkan total 79 model AI skala besar dengan lebih dari satu miliar parameter.
Perkembangan pesat ini telah menginspirasi orang dalam industri, yang banyak di antaranya sangat antusias dengan berbagai kemungkinan yang dapat dibawa AI di berbagai bidang, termasuk dalam meningkatkan kapasitas produksi karena teknologinya terus disempurnakan dan menjadi lebih ramah pengguna.
"Sekarang kita dapat menggunakan bahasa alami, atau bahasa manusia, untuk berinteraksi dengan model, yang secara menyeluruh menerobos hambatan dan menghilangkan ambang batas sebelumnya. Jadi saya percaya bahwa dengan [model ini], kita dapat membayangkan banyak (kemungkinan) yang tidak terbatas di masa depan," kata Chu Xiaoying, seorang ahli dalam penelitian dan pengembangan teknologi cerdas.
Menurut laporan bulan Mei 2023, 14 wilayah provinsi di Tiongkok telah terlibat dalam pengembangan model AI berskala besar, yang menunjukkan betapa luasnya industri ini tersebar di seluruh negeri. Dari jumlah tersebut, Beijing memimpin dengan 38 produk yang dikembangkan di ibu kota, diikuti oleh provinsi selatan Guangdong, yang telah menghasilkan 20 produk AI.
Sementara itu, para ahli di pameran Wuzhen juga bergerak untuk meredakan kekhawatiran bahwa pengembangan AI dapat berarti manusia akan digantikan. Faktanya, banyak analis percaya bahwa kerja sama antara manusia dan AI dapat menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi dan hasil yang lebih baik, yang akan menjadi kekuatan pendorong utama dalam mendorong transformasi digital untuk perusahaan di masa depan.
Light of Internet Expo, yang berlangsung dari hari Selasa (7/11) hingga Jum'at (10/11), menampilkan berbagai pameran bertema seperti AI dan teknologi digital. Diluncurkan pada tahun 2014 sebagai acara utama WIC Wuzhen Summit, pameran ini difokuskan pada pameran dan peluncuran teknologi dan produk terbaru, serta menyediakan perjodohan bagi para talenta dan perusahaan.