BEIJING, Radio Bharata Online - Kemajuan pesat dalam kecerdasan buatan telah memicu transformasi revolusioner dalam sektor keuangan dan ekonomi.
Zhao Zhongxiu, presiden Universitas Bisnis dan Ekonomi Internasional mengatakan, Kecerdasan Buatan juga memberikan dampak yang besar terhadap lembaga-lembaga pendidikan, yang khusus menangani bidang keuangan dan ekonomi.
Pernyataan tersebut disampaikan Zhao, pada Rapat Pleno ke-1 Aliansi Pendidikan Ekonomi dan Manajemen (AEME), dan Forum Internasional Pendidikan Tinggi untuk Bakat Ekonomi dan Manajemen di Era Kecerdasan Buatan, yang diadakan di Guiyang, provinsi Guizhou, Tiongkok Barat Daya, pada Agustus lalu.
Kenyataan baru ini menggarisbawahi perlunya pembentukan AEME, sebuah pengembangan yang didorong oleh Central University of Finance and Economics. Tujuannya adalah mendorong perguruan tinggi, untuk meningkatkan kolaborasi dan integrasi antar berbagai disiplin ilmu, bertukar pengetahuan dan keahlian, memfasilitasi konvergensi kecerdasan buatan dengan bidang keuangan dan ekonomi tradisional, dan berpartisipasi dalam membangun ekosistem yang kuat, untuk pendidikan keuangan cerdas buatan berkualitas tinggi .
Chen Jie, wakil menteri pendidikan Tiongkok mengatakan, keanggotaan AEME terdiri dari 121 universitas dan bisnis dalam negeri, serta 24 universitas asing yang berbasis di negara-negara termasuk Amerika Serikat, Inggris, Yunani, Australia, Singapura, dan Argentina.
Pertemuan dan forum tersebut merupakan bagian integral dari Pekan Kerja Sama Pendidikan Tiongkok-ASEAN 2023, yang berlangsung pada tanggal 28 Agustus hingga 2 September, dengan tema “Visi Baru untuk Kerjasama Pendidikan, Kemakmuran Bersama untuk Belt and Road”.
Profesor Leonidas Anthopoulos di Universitas Thessaly, Yunani, menekankan potensi transformatif AI dalam pendidikan. Menurutnya, AI adalah sesuatu yang dapat bermanfaat, dan tentunya mengubah cara kerja pendidikan, terutama di bidang keuangan, sains, dan disiplin ilmu terkait.
Sementara menurut Ma Haitao, rektor Universitas Pusat Keuangan dan Ekonomi Tiongkok, tugas untuk sepenuhnya mengeksplorasi potensi AI, berada di pundak mahasiswa saat ini, karena mereka tumbuh di era internet, dan lebih berpengetahuan tentang AI. Artinya, universitas harus menyesuaikan metode mereka dalam mengembangkan bakat finansial dan ekonomi. (China Daily)