Bishkek, Radio Bharata Online - Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, pada hari Rabu (25/10) bertemu dengan Presiden Kirgistan, Sadyr Japarov, di Bishkek, ibu kota Kirgistan.

Li tiba di Bishkek pada hari Selasa (24/10) untuk menghadiri Pertemuan ke-22 Dewan Kepala Pemerintahan Negara-negara Anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO), dan melakukan kunjungan resmi ke Republik Kirgistan dari Selasa hingga Jum'at (27/10) atas undangan Perdana Menteri Kirgistan, Akylbek Japarov.

Dengan menekankan bahwa Kirgistan adalah tetangga penting Tiongkok, Li mengatakan bahwa pada bulan Mei tahun ini, Presiden Xi Jinping dan Presiden Japarov bersama-sama mengumumkan pembangunan komunitas Tiongkok-Kirgistan dengan masa depan bersama yang bertetangga baik dan kemakmuran bersama, yang selanjutnya memetakan arah pengembangan hubungan dan kerja sama bilateral.

Li mengatakan Tiongkok bersedia bekerja sama dengan Kirgistan untuk sepenuhnya mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai oleh kedua kepala negara, memperdalam rasa saling percaya politik, menjadikan pembangunan bersama Sabuk dan Jalan yang berkualitas tinggi sebagai tugas utama, mendorong pengembangan kerja sama yang lebih besar di semua bidang, dan membangun komunitas Tiongkok-Kirgistan dengan masa depan bersama yang lebih kuat, lebih dinamis, dan lebih efektif untuk memberikan manfaat yang lebih baik bagi rakyat kedua negara, kata Li.

Sementara itu, Japarov mengatakan bahwa hubungan Kirgistan-Tiongkok telah mempertahankan momentum yang kuat untuk pertumbuhan.

Presiden itu mengatakan Kirgistan dengan teguh mendukung Tiongkok dalam isu-isu yang menyangkut kepentingan inti Tiongkok dan siap bekerja sama dengan Tiongkok untuk mengkonsolidasikan persahabatan bertetangga yang baik, mendorong pembangunan bersama Sabuk dan Jalan, memperkuat kerja sama Tiongkok-Asia Tengah, serta mempromosikan keamanan dan pembangunan regional.