Beijing, Radio Bharata Online - Penerapan kendaraan swakemudi berkembang pesat di area percontohan di ibu kota Tiongkok, Beijing. Ini menandai kemajuan penting dalam ekonomi digital perkotaan Tiongkok.

Beijing Economic and Technological Development Area, atau Yizhuang, adalah rumah bagi area percontohan swakemudi tingkat tinggi. Kendaraan di sana sekarang dapat menavigasi dengan tepat karena dilengkapi dengan sensor di bagian atapnya.

"Peralatan pada kendaraan kami jauh lebih canggih daripada mata manusia. Ada lidar, radar gelombang milimeter, dan banyak kamera, yang memungkinkan pemantauan 360 derajat secara real-time terhadap kondisi jalan dan elemen informasi di jalan tanpa titik buta," ujar Wang Chong, Chief Brand Officer Baidu Intelligent Driving Group.

Saat ini, kendaraan dengan sensor atap telah beroperasi di banyak jalan di Yizhuang. Sama seperti pemesanan mobil online, penumpang hanya perlu melakukan pemesanan melalui ponsel, dan mobil penumpang swakemudi akan menjawab. Mereka perlu memindai kode QR untuk memverifikasi identitas mereka sebelum memasuki kendaraan.

"Keselamatan sebenarnya merupakan indikator jaminan utama kami yang paling diprioritaskan. Kami telah menyelesaikan 27 juta kilometer uji coba swakemudi tanpa kecelakaan," ujar Li Chengxue, Manajer Bisnis Pony.ai, sebuah perusahaan teknologi yang berfokus pada swakemudi.

Pada bulan September 2020, pemerintah kota Beijing memutuskan untuk membangun zona percontohan swakemudi tingkat tinggi yang terhubung dengan jaringan dan dikendalikan oleh cloud pertama di dunia di zona pengembangan ekonomi untuk menciptakan platform pengujian dan verifikasi. Saat ini, area percontohan tersebut telah memasuki tahap penyebaran skala besar.

"Menurut saya, ini adalah ekosistem besar dari seluruh kota pintar, termasuk jalan pintar dan kendaraan pintar. Di bawah sistem ini, kami dapat membangun model perjalanan bersama di masa depan," kata Zhang Ning, Wakil Presiden Pony.ai.