Beijing, Bharata Online - Protokol untuk meningkatkan perjanjian perdagangan bebas antara Tiongkok dan Peru akan mulai berlaku pada tanggal 1 November 2026. Menurut Huang Ling, Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, hal ini mencerminkan tekad kedua negara untuk bersama-sama menjaga multilateralisme dan perdagangan bebas.
Sebagai perjanjian perdagangan bebas komprehensif pertama antara Tiongkok dan negara-negara Amerika Latin, Perjanjian Perdagangan Bebas Tiongkok-Peru ditandatangani pada bulan April 2009.
"Kedua negara mengumumkan dimulainya pembicaraan mengenai peningkatan perjanjian perdagangan bebas (FTA) tersebut pada bulan November 2018 dan merampungkan negosiasi substantif pada bulan Juni 2024. Pada bulan November 2024, Tiongkok dan Peru secara resmi menandatangani protokol untuk meningkatkan perjanjian perdagangan bebas bilateral tersebut," ujar Huang dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis (29/10) di Beijing.
"Melalui upaya terkoordinasi, kedua belah pihak telah menyelesaikan prosedur ratifikasi dan persetujuan domestik masing-masing. Protokol peningkatan ini akan resmi berlaku pada tanggal 1 November tahun ini. Di tengah situasi internasional saat ini, langkah tersebut mencerminkan tekad kedua negara untuk bersama-sama menjaga multilateralisme dan perdagangan bebas," kata Huang.
"Implementasi protokol peningkatan ini akan mendorong pengembangan hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-Peru secara lebih mendalam, memperkaya substansi kemitraan strategis komprehensif bilateral, menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif serta lebih banyak peluang kerja sama perdagangan dan investasi bagi perusahaan dari kedua belah pihak, sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat kedua negara," tutur Jubir tersebut.