BEIJING, Radio Bharata Online - Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun mengatakan, keberhasilan Inisiatif Sabuk dan Jalan yang diikuti oleh lebih dari 150 negara, terletak pada “keuntungan bersama.”
Djauhari mengatakan, bahwa Jakarta telah memperoleh “hasil yang bermanfaat” dari kerja sama tersebut dengan Beijing.
Dalam sebuah wawancara dengan China Daily belum lama ini, Dubes Djauhari mengatakan, Inisiatif ini telah memfasilitasi pembangunan negara-negara peserta, yang pada gilirannya berkontribusi terhadap ketahanan dan pertumbuhan ekonomi global.
Untuk diketahui, bahwa tahun 2023 ini menandai peringatan 10 tahun peluncuran BRI, yang terdiri dari Jalur Ekonomi Jalur Sutra, dan Jalur Sutra Maritim Abad ke-21.
Inisiatif ini bermula pada bulan Oktober 2013, saat Presiden Xi Jinping mengusulkan gagasan membangun Jalur Sutra Maritim Abad 21 dalam kunjungannya ke Indonesia.
Pada tahun 2018, Indonesia meningkatkan partisipasinya dalam kerja sama BRI, dengan menandatangani nota kesepahaman dengan Tiongkok mengenai pembangunan bersama BRI, dan strategi Poros Maritim Global (GMA) negara Asia Tenggara tersebut. Memorandum tersebut diperbarui pada Juli tahun lalu.
Menurut Djauhari, sinergi BRI dan GMA telah menghasilkan kerja sama konkrit di berbagai bidang, misalnya perusahaan Tiongkok turut ambil bagian dalam pembangunan koridor ekonomi Indonesia di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Bali. Contoh lainnya adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang merupakan proyek nyata kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia.
Kereta dan infrastrukturnya ini dibangun sesuai standar Tiongkok dan menggunakan teknologi Tiongkok. Diharapkan segera mulai beroperasi secara komersial. Beroperasinya kereta cepat ini, akan meningkatkan konektivitas dan semakin mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa.
Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Indonesia, dan Indonesia juga mitra dagang Tiongkok terbesar ketiga di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Nilai perdagangan bilateral mencapai $149,1 miliar pada tahun lalu, meningkat sebesar 19,8 persen dibandingkan tahun lalu. (China Daily)