Beijing, Radio Bharata Online - Menurut Andrey Kostin, Kepala VTB Bank, bank terbesar kedua di Rusia, integrasi keuangan Rusia dengan ekonomi dunia dapat menerima dorongan dari Prakarsa Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI).

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengadakan pembicaraan di sela-sela Belt and Road Forum for International Cooperation yang ketiga di Beijing pada hari Rabu (18/10).

Sebagai bagian dari delegasi Rusia, Kostin mendiskusikan prospek hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral dalam sebuah wawancara dengan China Media Group (CMG), dan mengatakan bahwa ia berharap banknya akan memperluas bisnisnya di Tiongkok.

"Kami secara substansial meningkatkan infrastruktur teknologi dan operasional kami. Kami berencana untuk menambah jumlah karyawan di kantor kami, karena hubungan ekonomi antara kedua negara berkembang dengan sangat cepat. Tahun ini, seperti yang telah disampaikan oleh para pemimpin kami pagi ini, volume perdagangan bilateral akan meningkat (hingga setara dengan) 200 miliar dolar. Dan 90 persen dari perdagangan sekarang dilakukan dalam mata uang lokal, dalam yuan dan rubel. Jadi saya pikir tentu saja ada ruang untuk bank. Bank-bank Rusia dan Tiongkok cukup aktif, sebenarnya, untuk mengerjakan ini," katanya.

Pengusaha itu juga menyoroti beberapa cara yang dapat dilakukan BRI untuk membantu meningkatkan hubungan antara kedua negara dengan menargetkan area-area yang menjadi kepentingan bersama.

"Bagi kami, hal ini sangat sejalan dengan konsep kerja sama Eurasia Rusia, kerja sama Eurasia global. Jadi kami sangat aktif. Misalnya, di bidang infrastruktur, kami melakukan sejumlah proyek di Rusia dan kami sangat ingin berpartisipasi di bidang lain, usaha patungan di Rusia dan banyak bidang lain yang dipertimbangkan oleh Prakarsa Sabuk dan Jalan. Hal ini sangat sejalan dengan strategi kami," katanya.