BEIJING, Radio Bharata Online - Pada pameran helikopter hari Kamis, Tiongkok mengungkap jenis pesawat hexarotor yang sepenuhnya bertenaga listrik. Helikopter ini dapat beralih antara mode berawak dan tak berawak untuk berbagai jenis misi.
Perancang helikopter terkemuka, Deng Jinghui mengatakan, bahwa energi baru dan teknologi cerdas akan mengubah helikopter dan aplikasinya secara signifikan.
Deng Jinghui, yang juga kepala desainer di Institut Penelitian dan Pengembangan Helikopter Tiongkok, kepada Global Times pada hari Rabu mengatakan, perkembangan teknologi energi baru telah membawa tantangan besar bagi helikopter konvensional. Sementara kemajuan dan penerapan teknologi cerdas, akan berdampak signifikan pada aplikasi helikopter sesuai kebutuhan.
Dikatakan, helikopter konvensional yang dicirikan dengan penggunaan bahan bakarnya, kini ditantang oleh konsep dan konfigurasi baru. Banyak helikopter baru yang bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL), tidak lagi hanya mengandalkan rotor untuk mengapung, namun mengadopsi beberapa konfigurasi, misalnya kombinasi helikopter dan pesawat sayap tetap.
Dengan perkembangan energi baru, pesawat VTOL bertenaga listrik, tidak mengikuti konsep helikopter konvensional yang berfokus pada rotor, sistem penggerak, dan mesin, melainkan menggunakan motor listrik untuk menggantikan mesin bahan bakar, dan menggunakan banyak rotor yang terdistribusi untuk menggantikan mesin tunggal.
Sang disainer pun menjelaskan, perubahan revolusioner ini telah menurunkan persyaratan teknis untuk penelitian dan pengembangan.
Sementara kemajuan pesat dalam teknologi baterai energi baru, juga akan mendorong pengembangan VTOL listrik. Beberapa baterai baru sudah cukup untuk helikopter kelas 2 ton, untuk mengangkut lima awak sejauh 200 kilometer dalam dua jam. Pesawat ini hanya berharga setengah dari harga helikopter konvensional, namun memiliki kinerja yang sama, sehingga keunggulan dari segi harga akan sangat signifikan. (Global Times)