Beijing, Radio Bharata Online - Platform observasi Bumi generasi baru milik Tiongkok diresmikan pada KTT Ekologi Bumi Geovis kedua yang diadakan di Beijing pada hari Kamis (6/7).
Platform ini mampu menghasilkan data, informasi, dan analisis yang komprehensif, real-time, dan lingkungan bagi para pengguna mulai dari pembuat kebijakan dan perencana kota hingga petani.
Platform bernama Earth Brain ini dikembangkan oleh Geovis, sebuah perusahaan teknologi asal Tiongkok, dan digerakkan oleh data observasi beresolusi tinggi dan kemampuan komputasi yang sangat cepat.
Berdasarkan mesin visualisasi 3D berkinerja tinggi, platform ini mampu berinteraksi untuk memvisualisasikan data ilmiah yang kompleks, dan simulasi fenomena alam secara real-time dan proses sistem dinamis seperti lautan, atmosfer, dan biosfer.
Lebih dari sekadar pemetaan satelit tradisional, platform ini juga menggabungkan jaringan komputer yang luas untuk mengakses data geospasial dalam jumlah besar dalam skala global.
"Platform bumi digital tradisional terutama mengandalkan sumber daya dari satelit observasi bumi yang memungkinkan kita untuk memvisualisasikan planet ini. Namun, Geovis Earth Brain tidak hanya memperkenalkan sumber daya dari satelit yang berada di angkasa, namun juga memanfaatkan kekuatan komputasi superkomputer di bumi," ujar Shao Zongyou, Presiden Geovis.
Platform canggih ini dapat memainkan peran penting dalam berbagai aspek ilmiah dan pengambilan keputusan dengan informasi spasial untuk mengukur, memantau, dan memprediksi aspek fisik, kimia, dan biologi dari sistem Bumi.
"Sebagai contoh, seorang petani biji-bijian dengan lebih dari 660 hektar sebelumnya hanya dapat melihat bagaimana tanaman tumbuh melalui citra satelit dari lahan pertaniannya. Sekarang, dengan Earth Brain kami yang memiliki kemampuan komputasi, kami dapat memberi tahu dia berapa banyak gandum yang dapat dia panen di akhir tahun, dan apakah gandumnya diserang serangga hama atau penyakit saat ini," jelas Shao.