New York, Radio Bharata Online - Wakil Presiden Tiongkok, Han Zheng, pada hari Kamis (21/9) menegaskan kembali komitmen Tiongkok untuk memajukan pembangunan hijau, mempromosikan keterbukaan yang lebih besar dan dengan tegas menjaga kedaulatan nasionalnya dalam sebuah pidato yang disampaikan di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA).

Berbicara pada Debat Umum sesi ke-78 UNGA, Han meminta semua negara untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial satu sama lain dan tetap berkomitmen untuk mematuhi tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB.

"Tiongkok menentang hegemonisme, politik kekuasaan, unilateralisme, dan mentalitas perang dingin. Sejumlah kecil negara telah secara sewenang-wenang menjatuhkan sanksi ilegal dan sepihak, yang sangat merusak keharmonisan dan stabilitas hubungan internasional," kata Han.

Ia juga mendesak negara-negara berkembang untuk memainkan peran yang lebih besar dalam mengimplementasikan Perjanjian Paris secara efektif. Han mengatakan Tiongkok akan terus melakukan upaya untuk mempromosikan pembangunan hijau.

"Tiongkok akan terus mengejar konservasi ekologi berdasarkan prioritas, memajukan pembangunan hijau dan rendah karbon, menghentikan pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga batu bara baru di luar negeri, dengan penuh semangat mendukung negara-negara berkembang lainnya dalam mengembangkan energi hijau dan rendah karbon, dan membantu mereka membangun lebih banyak proyek energi hijau. Tiongkok akan terus berkontribusi aktif dalam mengatasi perubahan iklim," ujar Han.

Mengenai masalah hak asasi manusia, Han menekankan bahwa setiap negara harus memilih jalan mereka sendiri untuk memajukan hak asasi manusia berdasarkan sejarah dan kondisi nasional mereka.

"Kita harus memajukan perjuangan hak asasi manusia internasional melalui dialog dan kerja sama, dan menentang politisasi, standar ganda, dan khususnya penggunaan hak asasi manusia dan demokrasi sebagai alat politik untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain," katanya.

Dengan memperhatikan bahwa Tiongkok akan terus memperluas keterbukaannya, Han mengatakan bahwa upaya-upaya akan dilakukan untuk lebih meningkatkan lingkungan bisnis bagi para investor asing.

"Tiongkok tetap berkomitmen untuk membuka diri lebih luas kepada dunia. Saat ini, ekonomi Tiongkok sudah menjadi bagian integral dari ekonomi global. Kami akan terus memperluas keterbukaan institusional, mempromosikan liberalisasi dan fasilitasi perdagangan dan investasi, semakin mempermudah akses pasar bagi investor asing, dan melindungi hak-hak dan kepentingan mereka yang sah. Tiongkok akan terus menambah momentum dan vitalitas baru bagi perkembangan ekonomi global dan menyambut semua negara untuk berbagi peluang dan manfaat yang diciptakan oleh perkembangannya," jelas Han.

Wakil presiden itu juga menegaskan kembali tekad Tiongkok dalam menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial.

"Tiongkok tetap berkomitmen untuk menjaga kedaulatan dan integritas teritorialnya. Hanya ada satu Tiongkok di dunia. Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok adalah satu-satunya pemerintah yang sah yang mewakili seluruh Tiongkok. Dan Taiwan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Tiongkok sejak zaman kuno. Tidak ada seorang pun, tidak ada kekuatan yang boleh meremehkan tekad yang teguh, kemauan yang kuat, dan kekuatan rakyat Tiongkok untuk menjaga kedaulatan dan integritas teritorial mereka," kata Han.