CHONGQING, Radio Bharata Online - Lima lembaga pemerintah Tiongkok baru-baru ini mengeluarkan pendapat tentang memperdalam implementasi proyek "Data Timur, Komputasi Barat" dan mempercepat pembangunan jaringan daya komputasi terintegrasi nasional.

Menurut akun resmi WeChat dari Biro Data Nasional pada Selasa, pada akhir tahun 2025, sistem infrastruktur daya komputasi yang komprehensif akan terbentuk.  Berbagai jenis daya komputasi baru yang ditambahkan di pusat-pusat hub nasional, akan mencakup lebih dari 60 persen total listrik di Tiongkok, dan proporsi listrik ramah lingkungan di pusat-pusat data yang baru dibangun akan melebihi 80 persen.

Kegunaan berbagai jenis daya komputasi bagi pengguna, akan meningkat secara signifikan, dan biayanya akan berkurang secara signifikan. Menurut pendapat tersebut, jaringan daya komputasi akan aman dan dapat dipercaya, memungkinkan pengalaman yang lancar dan inklusif bagi pengguna, sekaligus tetap ramah lingkungan.

Keluarnya pendapat tersebut sejalan dengan upaya Tiongkok dalam mendorong pembangunan ekonomi berkualitas tinggi, dengan fokus pada pengembangan daya komputasi, yang dianggap sebagai sumber daya fundamental bagi kemajuan ekonomi digital.

Menurut para Analis, kekuatan komputasi juga merupakan bidang persaingan teknologi baru antara Tiongkok dan Amerika Serikat, menyusul persaingan di bidang semikonduktor.

Pada bulan Februari 2022, Tiongkok meluncurkan rencana "Data Timur, Komputasi Barat", sebuah mega proyek untuk membangun delapan pusat komputasi nasional, dan 10 klaster pusat data nasional, untuk menyalurkan lebih banyak sumber daya komputasi dari wilayah timur negara tersebut, ke wilayah barat yang kurang berkembang namun kaya sumber daya. (Global Times)