JAKARTA, Radio Bharata Online - Helikopter naas yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi, dilaporkan telah ditemukan. Media setempat mengatakan tidak ada korban selamat, di lokasi jatuhnya helikopter yang membawa Presiden dan Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian itu.

Mengutip CNN International, ini dilaporkan kantor berita negara Iran IRINN dan kantor berita semi-resmi Mehr News. Kabar yang sama juga dimuat AFP mengutip televisi pemerintah.

Laporan CNN International, dikutip Senin (20/5) menegaskan, tidak ada korban selamat yang ditemukan di lokasi jatuhnya helicopter.

Sementara AFP menyebutkan, "Televisi pemerintah Iran pada Senin mengatakan tidak ada tanda-tanda kehidupan di antara penumpang helikopter jatuh tersebut.

Meski demikian sampai berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Iran. Namun dikutip dari Al-Jazeera, ketua Bulan Sabit Merah sempat mengatakan "kabar tak begitu baik" saat petugas menyebut lokasi jatuh helikopter sudah ditemukan.

Al Jazeera mengutip video dari tim penyelamat, mengatakan bahwa seluruh kabin helikopter rusak parah dan terbakar. Dan mereka mengatakan sampai sekarang, tidak ada tanda-tanda orang yang selamat di lokasi tersebut.

Sebelum kecelakaan naas itu, Presiden Raisi memang tengah dalam perjalanan tugas ke perbatasan, guna meresmikan sebuah proyek bendungan Qiz-Qalasi bersama Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev. 

Sejumlah analis percaya bahwa kecelakaan ini terkait buruknya cuaca pada saat itu.  Namun penyebab pasti kecelakaan masih membutuhkan penyelidikan.

Helikopter Raisi jatuh di wilayah perbatasan Azerbaijan dan Iran, tepatnya di 100 kilometer dari kota Tabriz, dekat sebuah desa bernama Tavil. Penemuan awal dilaporkan oleh media Turki Anadolu, dimana drone Turki yang dikirim ke Iran menemukan “hot spot” di pegunungan itu. (CNBCIndonesia)