NEW YORK, Radio Bharata Online - Duta Besar Tiongkok untuk PBB Zhang Jun, Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour dan Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia, berdiskusi sebelum pertemuan Dewan Keamanan mengenai situasi di Timur Tengah, termasuk membicarakan masalah Palestina, di Markas Besar PBB pada 18 Oktober 2023 di New York.

Penolakan AS, terhadap resolusi yang menyerukan jeda kemanusiaan, untuk memberikan bantuan penyelamatan jiwa kepada jutaan orang di Jalur Gaza, mendapat kecaman.

Para analis mengatakan, bahwa Amerika yang menunjukkan dukungan sepihak terhadap Israel, telah gagal meredakan ketegangan, dan mengambil sikap yang bertentangan dengan negara-negara lain, dengan menghancurkan upaya internasional yang berupaya mencapai gencatan senjata.

Dua belas anggota Dewan memberikan suara mendukung rancangan resolusi yang dirancang Brasil pada hari Rabu, dan Amerika Serikat menjadi satu-satunya anggota Dewan yang menentang resolusi tersebut.  Hak veto AS terhadap resolusi tersebut sontak menuai kritik.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning pada konferensi pers hari Kamis mengatakan, Tiongkok sangat kecewa dengan hambatan AS terhadap adopsi rancangan resolusi, mengenai masalah Palestina oleh Dewan Keamanan.

Mao mengatakan,  ketika menghadapi isu-isu panas internasional, negara-negara besar harus mematuhi objektivitas dan ketidak berpihakan, tetap tenang dan menahan diri, dan memimpin dalam mematuhi hukum internasional.  Tiongkok tetap berharap AS dapat memainkan peran konstruktif, dan mendorong masalah ini segera dikembalikan ke jalur penyelesaian politik.

Setelah pemungutan suara atas resolusi PBB, Duta Besar Tiongkok untuk PBB Zhang Jun menyatakan kekecewaannya. (Global Times)