JAKARTA, Radio Bharata Online – ASEAN mengutuk serangan udara oleh militer Myanmar di Desa Pa Zi Gyi, Wilayah Sagaing, baru-baru ini. Serangan udara itu diperkirakan menewaskan lebih dari 100 orang, termasuk wanita dan anak-anak.

ASEAN juga mendesak pemerintah militer Myanmar untuk mengakhiri segala bentuk penggunaan kekerasan, terutama kekerasan terhadap warga sipil. Ketua ASEAN menekankan bahwa diakhrinya kekerasan akan menjadi satu-satunya cara untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi dialog inklusif untuk menemukan solusi damai yang berkelanjutan di Myanmar.

Sementara itu, Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, mengatakan dia merasa "ngeri" dengan insiden itu, yang dia gambarkan sebagai pengabaian terang-terangan terhadap aturan hukum internasional.

Sebagai informasi, militer Myanmar meluncurkan salah satu  serangan udara paling mematikan .Serangan yang terjadi pada Selasa (11/4/2023) itu diketahui menargetkan sebuah desa di barat laut wilayah Sagaing, yang menentang pemerintah militer.

sumber Okezone News