Shanghai, Radio Bharata Online - Para produsen kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) Tiongkok tengah memperkuat pijakan mereka di pasar global dengan meningkatkan popularitas merek dan daya saing, kata para pemimpin industri tersebut.

Para pemain industri mobil Tiongkok berkumpul di China Auto Forum 2023 di Shanghai untuk memetakan cetak biru pengembangan industri ini, yang berlangsung dari hari Rabu (5/7) hingga Jum'at (7/7). Para ahli mengatakan bahwa pembangunan merek dan perluasan pengaruh internasional merupakan strategi penting untuk merangsang ekspor NEV.

"Dengan mobil-mobil Tiongkok yang dijual ke luar negeri, mereka akan menanamkan budaya dan konsep Tiongkok serta membangun produk yang kompetitif secara global. Strategi inti kami selalu mengembangkan pasar internasional dan domestik secara bersamaan, yang kami sebut sebagai pendekatan "berjalan dengan dua kaki". Kami berencana untuk mengekspor sekitar 900.000 kendaraan tahun ini," kata Yin Tongyue, Ketua Chery Automobile Co, Ltd.

Tiongkok mengekspor hampir 1,76 juta mobil dalam lima bulan pertama tahun 2023, naik 81,5 persen dari tahun ke tahun, menurut Asosiasi Produsen Mobil Tiongkok atau Association of Automobile Manufacturers (CAAM). Angka ekspor kendaraan pada Mei 2023 mencapai 389.000, meningkat 58,7 persen dari tahun lalu dan naik 3,4 persen dari bulan lalu.

"Selama beberapa tahun terakhir, kami telah mengumpulkan pengalaman yang kaya dalam elektrifikasi dan kecerdasan kendaraan, dan mencapai keunggulan komparatif. Kami juga telah memperoleh perkembangan pesat dalam popularitas merek dan layanan purna jual," ungkap Li Ming, Manajer Umum Anhui Jianghuai Automobile Group Corp. Ltd.