BEIJING, Radio Bharata Online - Perusahaan kedirgantaraan swasta Tiongkok, iSpace, telah menyelesaikan uji coba kendaraan peluncuran pertama yang dapat digunakan kembali, pada hari Minggu 10 Desember. Pencapaian ini menandai tonggak sejarah dalam pengembangan teknologi luar angkasa Tiongkok.

Kendaraan peluncur "ulang-alik" yang dinamai Hyperbola-2, adalah model terbaru yang diuji.  Selama penerbangan, kendaraan mencapai ketinggian 343,12 meter, dengan waktu terbang 63,15 detik, dan mendarat dengan kecepatan pendaratan 1,1 meter per detk, dan sudut sikap pendaratan 1,18 derajat.

Roket tersebut melakukan uji terbang tahap pertamanya pada tanggal 2 November, dengan penurunan dan pendaratan yang terkendali dengan baik.

I-Space kemudian menghabiskan waktu kurang dari 20 hari untuk pekerjaan persiapan dan pemeliharaan roket tersebut.

Uji terbang itu sekaligus memverifikasi kemampuan penggunaan kembali roket metana cair ukuran penuh, dan keandalannya untuk pendaratan di ketinggian rendah, serta proses pengujian, norma, dan standar.

Keberhasilan uji terbang roket Hyperbola-2, mewakili lebih dari sekedar terobosan teknologi bagi iSpace.

Selama ini, di bidang kendaraan peluncuran yang dapat digunakan kembali, perusahaan besar termasuk SpaceX dan Blue Origin telah memiliki keunggulan teknologi yang dominan. Keberhasilan uji coba iSpace menandakan bahwa perusahaan Tiongkok juga berhasil membuat kemajuan yang sama, di pasar negara berkembang.

Tiongkok terus berinvestasi di sektor luar angkasa dan mempertahankan kemajuan di bidang-bidang utama.  (Global Times)