BEIJING, Radio Bharata Online - Menurut jurnal Science edisi terbaru, sekelompok ilmuwan Tiongkok telah menemukan jenis bahan keramik baru yang dapat mewujudkan pendinginan pasif pada bangunan dan menghemat energi yang dikonsumsi oleh AC.

Listrik yang digunakan oleh sistem pendingin menyumbang sekitar 10 persen  dari konsumsi listrik dunia. Oleh karena itu, mengembangkan teknologi pendinginan baru untuk menghemat energi dan mendorong netralitas karbon sangatlah penting.

Pendinginan langit radiasi adalah teknologi pendinginan pasif yang memancarkan panas ke luar angkasa melalui jendela atmosfer berukuran 8 hingga 13 mikrometer. Jika panas yang terpancar lebih besar dari energi matahari yang diserap, maka pendinginan radiasi siang hari dapat dicapai tanpa masukan energi apa pun.

A screenshot of the study published in the journal Science on November 9, 2023.

Tangkapan layar penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal Science pada 9 November 2023.
 

Tim peneliti, yang dipimpin oleh Zhao Dongliang di Sekolah Energi dan Lingkungan di Universitas Tenggara Tiongkok, menganalisis karakteristik optik berbagai material di pita matahari dan inframerah berdasarkan struktur kristalnya.

Mereka mengemukakan bahwa keramik yang sebagian besar terdiri dari alumina dan silika dengan desain struktural tertentu dapat mencapai pendinginan radiasi langit pada bangunan melalui tingkat pantulan sinar matahari yang tinggi dan emisi radiasi infra merah yang tinggi. Selain itu, keramik tersebut tahan lama, termostabil, dan tahan air.

Penelitian ini juga memperkenalkan contoh bahan pendingin radiasi keramik. Setelah menggunakan material tersebut pada atap bangunan, konsumsi energi AC di dalam gedung dapat berkurang sebesar 26,8 persen dibandingkan dengan bangunan yang menggunakan cat putih biasa.

Studi tersebut mengatakan penelitian lebih lanjut akan dilakukan untuk mewujudkan produksi besar-besaran bahan-bahan tersebut dengan biaya rendah. [CGTN]