Tacheng, Bharata Online - Menurut sebuah laporan yang dirilis pada hari Rabu (24/6), Tiongkok telah mengajukan konsep strategis baru yang disebut "elektrifikasi menyeluruh", yang memproyeksikan bahwa seluruh rantai industri akan melampaui 8 triliun yuan (sekitar 21.086 triliun rupiah) pada tahun 2030.

Laporan tersebut dirilis oleh Institut Pengembangan Industri Elektronik dan Informasi Tiongkok (CCID) pada Konferensi Ekologi Industri Elektrifikasi Menyeluruh 2026 yang diadakan di Kota Tacheng, Daerah Otonom Xinjiang Uygur, barat laut Tiongkok.

"Elektrifikasi menyeluruh dibangun di atas sistem tenaga tipe baru sebagai fondasinya. Hal ini didukung oleh manufaktur peralatan canggih yang mencakup segmen sumber, jaringan, beban, dan penyimpanan, dan menjadikan kendaraan energi baru, kapal listrik, mesin konstruksi listrik, dan pesawat terbang listrik sebagai pengguna akhir utama. Ini akan diterapkan secara luas di layanan publik perkotaan, transportasi, dan bidang lainnya," ujar Liu Wenqiang, Wakil Direktur CCID.

Menurut laporan tersebut, elektrifikasi menyeluruh mencakup berbagai aspek seperti pembangkit listrik, penyimpanan energi, manufaktur peralatan listrik, infrastruktur pengisian daya dan penggantian baterai, serta daur ulang baterai.

Laporan tersebut memproyeksikan bahwa ukuran pasar keseluruhan industri elektrifikasi menyeluruh di Tiongkok akan mencapai sekitar 5 triliun yuan (sekitar 13.178 triliun rupiah) pada tahun 2025 dan melampaui 8 triliun yuan (sekitar 21.086 triliun rupiah) pada tahun 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 10 persen.