Beijing, Radio Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, mengadakan pembicaraan dengan Sekretaris Kabinet Utama Kenya dan Sekretaris Kabinet untuk Urusan Luar Negeri dan Diaspora, Musalia Mudavadi, di Beijing pada hari Kamis (25/1).
Wang, yang juga anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, mengatakan bahwa sejak pembentukan hubungan diplomatik 60 tahun yang lalu, Tiongkok dan Kenya selalu memahami dan mendukung satu sama lain, dan kedua negara telah menjadi teman baik yang saling mempercayai dan mitra yang baik yang mencari kerja sama yang saling menguntungkan. Kedua kepala negara telah membangun rasa saling percaya dan persahabatan, memberikan panduan strategis untuk pengembangan hubungan bilateral.
Wang mengatakan Tiongkok menghargai kepatuhan Kenya terhadap prinsip Satu Tiongkok, dan mendukung Kenya dengan tegas dalam menjaga kedaulatan, kemandirian dan stabilitas nasionalnya, dan secara mandiri memajukan pembangunan nasionalnya. Tiongkok siap untuk mengkonsolidasikan rasa saling percaya politik dengan Kenya, memperdalam kerja sama yang komprehensif, dan membawa hubungan Tiongkok-Kenya ke tingkat yang baru.
"Kami memiliki kerja sama yang menyeluruh. Kenya telah mendukung Prakarsa Sabuk dan Jalan sejak awal, dan sekarang kami adalah mitra penting dalam kerja sama Sabuk dan Jalan. Jalur Kereta Api Mombasa-Nairobi adalah proyek unggulan di bawah inisiatif ini, yang telah memainkan peran penting dalam pembangunan Kenya," kata Wang.
Menggemakan pernyataan Wang, Mudavadi mengatakan bahwa kerja sama praktis antara Kenya dan Tiongkok telah mencapai hasil yang luar biasa, dan bahwa pembangunan bersama Sabuk dan Jalan telah memberikan dukungan kuat untuk pembangunan nasional dan pembangunan ekonomi Kenya.
Atas nama pemerintah Kenya, Mudavadi menegaskan kembali bahwa Kenya akan terus berpegang teguh pada prinsip Satu Tiongkok dan berdiri bersama Tiongkok dalam isu-isu seperti Taiwan dan hak asasi manusia, dan mengatakan bahwa Kenya menantikan kerja sama yang lebih erat dengan Tiongkok.
Kenya sangat menghargai pembangunan komunitas dengan masa depan bersama untuk semua, serta serangkaian inisiatif global penting yang diajukan oleh Tiongkok, dan siap untuk berpartisipasi secara aktif dan berkelanjutan dalam inisiatif ini, katanya, seraya menambahkan bahwa Kenya berharap dapat belajar dari konsep pembangunan Tiongkok dan meningkatkan pertukaran pengalaman.
"Kemitraan kita sudah sangat kuat. Anda adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan kami 60 tahun yang lalu. Dan Anda telah menjadi mitra yang sangat kuat, dan proyek-proyek infrastruktur serta program-program pembangunan lainnya yang telah Anda dukung sangat penting bagi kami. Sangat jelas bahwa untuk masa depan yang baik bagi kami dan bagi kawasan ini serta bagi rakyat Tiongkok, kami harus mengkonsolidasikan keuntungan yang telah kami capai dan mampu bergerak maju," kata Mudavadi.