Shenyang, Radio Bharata Online - Menurut Institute of Metal Research of the Chinese Academy of Science, sebuah tim ilmuwan internasional baru-baru ini mengusulkan strategi inovatif untuk membuat paduan titanium tahan lelah yang sangat tahan lama melalui pencetakan 3D yang nyaris tanpa kekosongan.
Idealnya, teknologi pencetakan 3D, atau additive manufacturing (AM), dapat menghasilkan paduan titanium dengan ketahanan lelah yang tinggi, tetapi keunggulannya telah sangat dikompromikan karena adanya mikrovoid dalam proses pencetakan.
Untuk mengatasi masalah ini, tim peneliti menemukan solusi untuk menghilangkan mikrovoid tersebut dalam perlakuan panas dan berhasil menghasilkan jenis baru paduan titanium bebas rongga dengan mengembangkan teknik pemrosesan pencetakan 3D baru untuk mengatur struktur mikro dan cacat secara terpisah.
Dengan metode ini, ketahanan fatik dari paduan titanium cetak 3D bebas rongga dapat ditingkatkan dari 475 MPa menjadi 978 MPa dalam pengujian. Menurut tim peneliti, jenis paduan titanium semacam itu bisa digunakan di luar angkasa.
"Saat ini, (teknik pencetakan 3D) sudah banyak digunakan di ruang angkasa, karena bahan yang digunakan di ruang angkasa harus jauh lebih ringan dan lebih aman. Di bawah pembebanan yang sama, teknik kami dapat meningkatkan ketahanan lelah hingga sepuluh hingga ratusan kali lipat, dan teknik kami mampu menghasilkan 10 hingga 15 persen lebih banyak beban untuk masa pakai yang sama," kata Zhang Zhefang, seorang peneliti dari Institut Penelitian Logam Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.