Queensland, Bharata Online - Australia berupaya menarik pangsa pasar yang lebih besar dari wisatawan Tiongkok yang bepergian ke luar negeri, dengan penyedia layanan wisata yang semakin giat berupaya memahami dan menjangkau calon wisatawan asal Tiongkok.

Karena Festival Pertengahan Musim Gugur dan Hari Nasional tahun ini hanya dipisahkan oleh tiga hari kerja, sejumlah wisatawan mengambil cuti selama tiga hari untuk menggabungkan kedua masa libur tersebut menjadi liburan sepanjang 13 hari. Hal ini mendorong perjalanan yang lebih lama serta lonjakan pemesanan untuk perjalanan jarak jauh, dengan Australia menjadi salah satu destinasi yang paling diminati.

Pada suatu pagi yang diguyur hujan baru-baru ini, pemandu wisata Pan Li menjemput sebuah keluarga dari Fuzhou, Tiongkok Timur, di sebuah resor mewah di wilayah Far North Queensland dan membawa mereka ke Hutan Daintree, hutan hujan tropis tertua di dunia yang masih ada hingga kini. Di sana, ia memberikan penjelasan mendalam mengenai sejarah dan satwa liar hutan tersebut, semuanya dalam bahasa Mandarin.

Pan Li merupakan salah satu lulusan pertama yang fasih berbahasa Mandarin dari sebuah program pelatihan baru yang dirancang untuk membantu pemandu wisata menjelaskan sejarah dan budaya kawasan tersebut dengan lebih baik kepada para pengunjung.

"Saat memandu wisata di hutan hujan, kita tidak sekadar mengajak tamu berjalan-jalan lalu berkata, 'Oh, ini pohon palem, ini pohon pisang', dan sebagainya. Kita ingin menceritakan kisah-kisah di balik alam tersebut, misalnya, bagaimana hutan hujan itu terbentuk, serta tentang masyarakat adat kita, yaitu suku Aborigin penghuni hutan hujan, dan sudah berapa lama mereka tinggal di sini," ujarnya.

Layanan khusus semacam itu, ditambah dengan masa libur Hari Nasional Tiongkok yang panjang, telah memicu lonjakan aktivitas pariwisata di Queensland.

"Saat ini, hal tersebut membuat kami sibuk; staf saya pun menjadi sangat sibuk. Kami bahkan harus menambah jumlah staf," kata Richard Berman-Hardman, Manajer Umum Skyrail Rainforest Cableway di Cairns, Queensland.

Banyak pelaku usaha pariwisata di negara bagian tersebut menyadari bahwa untuk memaksimalkan daya tarik mereka, mereka perlu hadir di media sosial Tiongkok.

"Investasi yang telah kami lakukan, tentu saja, meliputi pengelolaan halaman dan profil RedNote serta memastikan bahwa konten yang kami sebarkan di RedNote maupun media sosial Tiongkok benar-benar memahami nuansa pasar setempat," ujar Ben Woodward, Direktur Penjualan dan Pemasaran CaPTA Group, perusahaan yang mengelola sejumlah taman margasatwa, tur, dan objek wisata terkemuka di Queensland Utara.

Sebelum pandemi COVID-19, Tiongkok merupakan sumber wisatawan internasional terbesar bagi Australia. Setelah pandemi, pemulihan berlangsung lambat, terutama di destinasi seperti Cairns yang hingga kini belum memiliki penerbangan langsung (pulang-pergi) dari daratan Tiongkok.

Menanggapi hal tersebut, para pelaku usaha mulai berinvestasi dalam pemasaran yang menyasar wisatawan Tiongkok, dan Queensland pun dengan cepat mulai menuai hasilnya.

"Sejak saat itu, seluruh industri pariwisata Queensland sangat aktif bergerak. Saya sendiri bepergian ke Tiongkok sebagai bagian dari misi penjualan, dan saya memiliki staf yang merupakan spesialis pasar Tiongkok," kata Richard Berman-Hardman.

Berbagai bisnis di Australia kini beradaptasi agar wisatawan Tiongkok merasa lebih nyaman dan serasa di rumah sendiri. Salah satu langkah yang semakin banyak diambil oleh pelaku usaha pariwisata di kawasan ini untuk menarik wisatawan Tiongkok adalah dengan menerima pembayaran melalui Alipay dan WeChat Pay, sehingga proses pembayaran menjadi jauh lebih mudah bagi mereka. Mereka juga beradaptasi dengan perubahan pasar, seiring dengan semakin banyaknya wisatawan Tiongkok yang beralih dari model tur rombongan tradisional.

Sebagai rumah bagi dua situs Warisan Dunia, termasuk Great Barrier Reef, kawasan ini sangat cocok bagi wisatawan mandiri yang menyusun rencana perjalanan mereka sendiri, sebuah segmen yang kini banyak diminati oleh kalangan muda Tiongkok.

"Jadi, untuk destinasi dengan jarak tempuh menengah seperti Cairns dan Great Barrier Reef, fokusnya lebih beralih pada wisatawan mandiri (FIT/Free and Independent Traveler), wisatawan yang menyetir kendaraan sendiri, serta rencana perjalanan yang mencakup beberapa hari," ujar Mark Olsen, Chief Executive Officer Tourism Tropical North Queensland.

Tahun ini, wisatawan Tiongkok kembali menjadi kelompok wisatawan internasional dengan pengeluaran tertinggi di kawasan Tropical North Queensland.