LENGHU, Radio Bharata Online - Teleskop bidang lebar Tiongkok, yang mampu mensurvei seluruh langit dari Belahan Bumi Utara, mulai beroperasi di Provinsi Qinghai, Tiongkok barat laut setelah satu bulan uji coba operasi.
Teleskop tersebut telah merilis gambar pertama yang diamati, yakni Galaksi Andromeda, menandai bahwa fasilitas tersebut telah mencapai standar Internasional, untuk penelitian astronomi.
Gambar tersebut juga merupakan gambar resolusi tinggi terbesar dari Galaksi Andromeda dengan tampilan terluas di dunia.
Teleskop mengambil 150 foto eksposur 30 detik, untuk menghasilkan gambar galaksi yang berjarak 2,5 juta tahun cahaya.
Dengan berukuran diameter 2,5 meter, Teleskop Survei Bidang Datar (Wide Field Survey Telescope - WFST) kini menjadi fasilitas survei terbesar di Belahan Bumi Utara, dan menjadi teleskop survei langit paling kuat di Belahan Bumi Utara.
WFST dikembangkan bersama oleh Universitas Sains dan Teknologi Tiongkok, dan Observatorium Gunung Ungu di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.
Teleskop optik ini dapat membantu para ilmuwan memantau peristiwa astronomi yang dinamis, dan melakukan observasi astronomi.
Lou Zheng, kepala teknisi stasiun observasi Qinghai di observatorium tersebut mengatakan, setelah beroperasi penuh, WFST dapat menggunakannya untuk mendeteksi beberapa sinyal langit yang sangat redup dan jauh, termasuk sinyal dari galaksi jauh, dan gugus galaksi di luar Bima Sakti.
Kong Xu, kepala perancang proyek di Universitas Sains dan Teknologi Tiongkok mengatakan, penggunaan WFST akan sangat meningkatkan pemantauan objek dekat Bumi dan kemampuan peringatan dini Tiongkok.
Pembangunan proyek teleskop ini dimulai pada Juli 2019 di Kota Lenghu, yang memiliki ketinggian rata-rata kurang lebih 4.000 meter. Kota ini juga dikenal sebagai "Kamp Mars" di Tiongkok, karena lanskap gurunnya yang terkikis dan menyerupai permukaan planet merah.
Kawasan Lenghu memiliki keunggulan berupa langit malam yang cerah di kawasan dataran tinggi, kondisi atmosfer yang stabil, iklim kering, dan sangat minim polusi cahaya, sehingga berpotensi menjadi salah satu lokasi pengamatan bintang terbaik di Eurasia. (CGTN)