Tabuk, Radio Bharata Online - Pembangunan bersama kota futuristik NEOM yang sangat dinanti-nantikan di Arab Saudi merupakan bukti luar biasa dari kerja sama yang berkembang antara Tiongkok dan Arab Saudi.
Kota ini terletak di Tabuk di barat laut kerajaan, dengan luas 26.500 kilometer persegi dan total investasi sebesar 500 miliar dolar AS (sekitar 8 ribu triliun rupiah).
Proyek utama NEOM disebut THE LINE, sebuah kota linier yang membentang sepanjang 170 kilometer, tinggi 500 meter, dan lebar 200 meter. Kota ini dikelilingi oleh dinding kaca cermin.
Penduduk dapat mengakses kebutuhan sehari-hari mereka dalam waktu lima menit berjalan kaki di THE LINE, yang juga dilengkapi dengan jaringan transportasi umum yang efisien sehingga waktu tempuh perjalanan satu arah di dalam kota dapat dijaga di bawah 20 menit.
Dengan nol mobil, nol jalan, dan nol emisi, kota ini memprioritaskan moda transportasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
NEOM merupakan proyek penting bagi Visi Saudi 2030 dan kerja sama Tiongkok-Saudi. Perusahaan-perusahaan Tiongkok juga telah membawa teknologi canggih untuk proyek ini meskipun mereka telah menghadapi tantangan tertentu dalam prosesnya.
"Pada awalnya, tim manajemen di lokasi dari Inggris tidak menyetujui metode kami, dengan mengatakan bahwa cara eksplorasi geologi kami tidak akurat. Kami menghabiskan banyak waktu untuk diskusi teknis untuk meyakinkan mereka. Kami bahkan mengundang para ahli dari dalam negeri untuk melakukan diskusi teknis dengan mereka. Mereka akhirnya setuju untuk mengizinkan kami mencoba metode kami di salah satu terowongan. Hasilnya sangat positif. Setelah itu, metode ini disetujui oleh mereka dan diadopsi secara luas di terowongan-terowongan lainnya," kata Wang Lei, Manajer sebuah perusahaan Tiongkok.
Perusahaan-perusahaan Tiongkok yang ikut serta dalam pembangunan proyek ini telah mempekerjakan banyak karyawan lokal, yang optimis akan kerja sama masa depan antara Tiongkok dan Arab Saudi.
"Saya Faisal, dan nama Tiongkok saya adalah Ma Chao. Saya adalah orang Arab Saudi yang lahir dan dibesarkan di Tabuk. Ketika saya pertama kali mulai belajar bahasa Mandarin, saya merasa sangat sulit. Saya kemudian mengatakan kepada paman saya, yang bekerja di Kedutaan Besar Arab Saudi di Tiongkok, bahwa saya tidak ingin belajar bahasa Mandarin. Tapi dia mengatakan bahwa saya harus belajar bahasa Mandarin karena Tiongkok dan Arab Saudi akan memiliki peluang yang lebih baik untuk bekerja sama di masa depan," kata Faisal Mutlaq, penanggung jawab pabrik peremukan di sebuah perusahaan Tiongkok.
"Saya orang Yaman, tapi saya dibesarkan di Tabuk. Setelah menyelesaikan pekerjaan saya di sini, saya berencana untuk pergi ke Tiongkok dan menetap di sana, dengan harapan mendapatkan pekerjaan atau berbisnis di sana," kata Omar, seorang karyawan perusahaan Tiongkok.