Beijing, Radio Bharata Online - Mantan Perdana Menteri Ceko, Jiri Paroubek, menyampaikan pujian yang tinggi terhadap proyek-proyek infrastruktur yang didukung oleh Tiongkok pada Forum Sabuk dan Jalan untuk Kerjasama Internasional (BRF) yang ketiga di Beijing pada hari Rabu (18/10).

Berbicara kepada para peserta di forum tematik untuk pertukaran pemikir di antara negara-negara mitra Prakarsa Sabuk dan Jalan atau Belt and Road Initiative (BRI), Paroubek menekankan bahwa proyek-proyek di bawah prakarsa ini telah meningkatkan jalur perdagangan yang ada dan membuka jalur-jalur baru yang penting bagi negara-negara yang terkurung daratan.

"Ini adalah forum ketiga di mana kita dapat mengevaluasi hasil dan keberhasilan seluruh proyek. Proyek ini membawa harapan baru bagi beberapa negara. Proyek ini hadir dengan investasi yang terutama menciptakan infrastruktur baru seperti jalur kereta api, jalan bebas hambatan, jalan raya, pelabuhan, dan lain-lain. Yaitu, proyek-proyek yang memungkinkan untuk membuka diri terhadap dunia, seringkali (untuk) wilayah atau negara bagian yang terisolasi, misalnya, jalur kereta api dari Tiongkok ke Laos," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa prakarsa ini telah meningkatkan mata pencaharian di seluruh dunia dengan berbagai cara.

"Investasi-investasi ini menciptakan kesempatan kerja baru dan, tentu saja, merupakan kekuatan pendorong di balik perkembangan perdagangan dan dengan demikian perkembangan ekonomi puluhan negara," katanya.

"Sangatlah penting bahwa proyek Sabuk dan Jalan berkontribusi pada pengembangan standar hidup masyarakat di negara-negara tempat investasi ini dilakukan. Proyek ini sebenarnya adalah proyek ekonomi paling penting saat ini di dunia," lanjut Paroubek.

BRF ketiga berlangsung di ibu kota Tiongkok dari hari Selasa (17/10) hingga Rabu (18/10). Forum tahun ini juga merayakan ulang tahun ke-10 BRI.

BRI, yang juga dikenal sebagai Sabuk Ekonomi Jalur Sutra dan Jalur Sutra Maritim Abad ke-21, merupakan salah satu upaya internasional yang paling ambisius dan transformatif dalam sejarah. Pemerintah Tiongkok meluncurkannya pada tahun 2013 untuk mempromosikan koneksi dan kolaborasi. Lebih dari 150 negara dan lebih dari 30 organisasi internasional telah menandatangani dokumen kerja sama Sabuk dan Jalan.