JAKARTA, Radio Bharata Online - Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait dampak dari media sosial seperti TikTok yang merangkap sebagai e-commerce. Jokowi mengatakan bahwa pembuat regulasi selalu kalah cepat dengan pesatnya perkembangan teknologi. Dia pun menyebut pesatnya teknologi ini telah dibahas ketika mengikuti KTT G20 di India.

Jokowi pun mengakui, regulasi untuk mengantisipasi pesatnya kemajuan teknologi selalu terlambat, khususnya dalam memayungi industri kreatif dan UMKM Indonesia, dari terpaan sosial media yang merangkap menjadi e-commerce seperti TikTok.

Presiden berharap regulasi terkait transformasi digital dapat dibuat lebih holistik demi perlindungan industri kreatif dan UMKM.  Jokowi juga berharap bahwa perkembangan teknologi ini bukannya membunuh ekonomi yang sudah ada, tetapi menciptakan potensi ekonomi baru.

Keputusan ini diketok lewat rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin (25/9/2023) yang dipimpin langsung oleh Jokowi.(presidenri.go.id)