JENEWA, Radio Bharata Online - Kepala hak asasi manusia PBB, Volker Turk pada Selasa malam mengeluarkan pernyataan, yang mengatakan bahwa serangan besar-besaran di Rumah Sakit Al Ahli Arab di Kota Gaza yang menewaskan ratusan orang, sama sekali tidak dapat diterima.

Dalam pernyataannya, Turk mengatakan, “Ratusan orang tewas secara mengerikan, dalam serangan besar-besaran di Rumah Sakit Al Ahli Arab di Kota Gaza, termasuk pasien, petugas kesehatan dan keluarga yang mencari perlindungan di dalam dan sekitar rumah sakit.”

Menurut sumber-sumber Palestina, setidaknya 500 warga Palestina tewas. Saksi mata setempat mengatakan kepada jurnalis Xinhua, bahwa sebuah roket menghantam dan menimbulkan ledakan besar di lokasi rumah sakit tersebut.

Turk menyerukan semua negara yang mempunyai pengaruh, harus melakukan segala daya mereka untuk mengakhiri pembantaian ini.

Dikatakan, “Warga sipil harus dilindungi, dan bantuan kemanusiaan harus diberikan kepada mereka yang membutuhkan sebagai hal yang mendesak”.

Menurut laporan media, setidaknya enam orang juga tewas pada Selasa sore, ketika sebuah sekolah PBB di sebuah kamp pengungsi di wilayah tengah Gaza diserang. Sekolah tersebut telah berfungsi sebagai tempat berlindung bagi sekitar 4.000 orang yang mencari perlindungan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa malam juga mengeluarkan pernyataan mengenai serangan terhadap Rumah Sakit Al Ahli Arab, dan melaporkan adanya korban jiwa dalam skala besar, serta mengutuk keras serangan tersebut.

WHO menekankan bahwa rumah sakit tersebut masih beroperasi, dengan pasien, petugas kesehatan, dan pengungsi internal berlindung di dalamnya.

WHO mengatakan bahwa rumah sakit tersebut adalah satu dari 20 rumah sakit di utara Jalur Gaza, yang menerima perintah evakuasi dari militer Israel. Perintah evakuasi tidak mungkin dilaksanakan, mengingat ketidakamanan saat ini, kondisi kritis banyak pasien, dan kurangnya ambulans, staf, kapasitas tempat tidur sistem kesehatan, dan tempat penampungan alternatif bagi mereka, bila harus mengungsi.

 

WHO menyerukan perlindungan aktif segera, terhadap warga sipil dan petugas layanan kesehatan, dan menekankan bahwa perintah evakuasi harus dibatalkan, dan hukum humaniter internasional harus dipatuhi, yang berarti layanan kesehatan harus dilindungi secara aktif, dan tidak boleh dijadikan target serangan.

Dalam komentar berita yang dikeluarkan Selasa malam, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan, mereka terkejut dan ngeri dengan laporan bahwa Rumah Sakit Al Ahli Arab di Gaza hancur, dan ratusan orang tewas.

Dalam pernyataannya, ICRC menyerukan, bahwa "Rumah sakit harus menjadi tempat perlindungan untuk menyelamatkan nyawa manusia, bukan tempat terjadinya kematian dan kehancuran. Tidak ada pasien yang boleh terbunuh di ranjang rumah sakit. Tidak ada dokter yang boleh kehilangan nyawanya saat mencoba menyelamatkan orang lain. Rumah sakit harus dilindungi berdasarkan hukum kemanusiaan internasional." (China Daily)