Beijing, Radio Bharata Online - Badan Antariksa Nasional Tiongkok (China National Space Administration/CNSA) pada hari Jum'at (29/9) mengungkapkan bahwa Tiongkok akan meluncurkan robot penjelajah bulan berikutnya, Chang'e-6, sekitar tahun 2024 mendatang.
Awalnya, wahana robotik Chang'e-6 adalah cadangan untuk Chang'e-5 jika terjadi kegagalan. Wahana robotik Chang'e-6 memiliki misi baru setelah keberhasilan misi Chang'e-5, yakni mengumpulkan sampel dari sisi jauh bulan, yang merupakan upaya pertama yang pernah dilakukan oleh manusia.
Saat ini, Tiongkok sedang mengembangkan wahana tersebut sesuai jadwal.
"Chang'e-5 mendarat di belahan utara di sisi dekat Bulan, sedangkan Chang'e-6 akan mendarat di belahan selatan di sisi jauh Bulan. Karena akan mendarat di sisi jauh Bulan, ia tidak akan dapat melakukan komunikasi langsung dengan stasiun pemantau dan pengendali di Bumi, sehingga satelit Queqiao-2 diperlukan untuk menyediakan layanan komunikasi estafet," kata Wang Qiong, Wakil Kepala perancang misi Chang'e-6.
Selain beberapa terobosan teknologi utama, Tiongkok akan melakukan kerja sama internasional saat melakukan misi Change'e-6.
"(Wahana Chang'e-6) akan membawa muatan dan satelit yang relevan dari empat negara, dan pengembangannya berjalan lancar," kata Wang.
Tiongkok telah melihat beberapa pencapaian signifikan dalam misi eksplorasi bulan selama beberapa tahun terakhir, dengan wahana Chang'e-4 menandai pendaratan lunak pertama umat manusia di sisi jauh bulan pada 3 Januari 2019, sementara Chang'e-5 berhasil membawa kembali bebatuan dan tanah dari permukaan bulan pada Desember 2020, yang menjadi misi pengembalian sampel bulan pertama umat manusia sejak bekas Uni Soviet pada tahun 1976.