Kunming, Bharata Online - Kementerian Keamanan Publik Tiongkok mengumumkan bahwa mereka akan secara signifikan meningkatkan proporsi anjing ras Kunming lokal dalam pasukan anjing polisi mereka pada hari Kamis (18/12).
Kementerian tersebut mengatakan, langkah itu menandai langkah penting dalam memperoleh kendali independen atas sumber daya genetik anjing polisi dan membangun merek nasional.
Dikembangkan di Kota Kunming, Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya pada tahun 1950-an dari anjing Alsatian yang dikawinkan dengan anjing lokal, anjing Kunming adalah ras anjing polisi pertama dan saat ini satu-satunya di Tiongkok yang memiliki hak kekayaan intelektual independen penuh yang diakui secara internasional.
Dengan kemampuan yang lengkap, anjing Kunming telah banyak digunakan selama beberapa dekade dalam keamanan publik, manajemen darurat, anti-penyelundupan bea cukai, dan bidang lainnya.
Saat ini, anjing-anjing serbaguna itu sebagian besar berasal dari pangkalan anjing polisi Kunming, tempat mereka tumbuh melalui interaksi harian dengan pelatih mereka.
Long Ling, seorang pelatih di pangkalan tersebut, memberikan pujian yang melimpah kepada ras itu, terutama anjing demonstrasinya untuk pelatihan yang bernama Kun Kun.
"Anjing ini memiliki kemampuan yang luar biasa, mungkin yang terbaik di antara semua anjing yang pernah saya latih. Ia dapat mendeteksi narkoba dan bahan peledak, serta menggigit dan menyerang. Anda telah melihat kemampuannya untuk menggigit dan menyerang barusan. Ia memiliki keganasan yang kuat dan kemampuan mengejar yang sangat baik. Dan ia sangat patuh," kata Long.
Menurutnya, selain kemampuan atletik, daya tahan, dan indra penciuman yang tajam, anjing Kunming sangat setia kepada pawangnya.
"Jika diberi kepercayaan yang cukup, anjing ini bisa sangat berani dan ganas. Itulah mengapa saya selalu menyukai anjing Kunming. Saya membutuhkan keberaniannya, dan terlebih lagi sifat kesetiaannya," tutur Long.
Di luar kesetiaan, terdapat ikatan erat antara Long dan Kun Kun setelah bertahun-tahun pelatihan dan persahabatan.
"Saya datang ke sini hampir setiap akhir pekan jika saya tidak sibuk. Bukan berarti anjing itu tidak bisa meninggalkan saya, tetapi saya yang tidak bisa meninggalkan anjing itu. Ini bukan hanya pekerjaan saya. Ini adalah cara hidup saya," ungkap Long.
Baru-baru ini, pangkalan tersebut memberi Long tugas baru, memberinya kesempatan untuk terlibat dalam operasi kepolisian bersama anjingnya.
"Saya akan membawanya ke lokasi kejadian untuk menyelesaikan kasus kriminal dan berpartisipasi dalam kompetisi antar beberapa pangkalan. Saya tentu ingin anjing ini menunjukkan kemampuannya dalam kompetisi dan operasi nyata. Itulah yang paling ingin saya lakukan, karena sebagai pelatih, saya benar-benar ingin membuktikan diri dan anjing saya dalam operasi nyata," ujar Long.