BEIJING, Radio Bharata Online - Badan Antariksa Nasional Tiongkok (CNSA) pada hari Senin mengatakan, satelit L-SAR4 01 Tiongkok, satelit radar aperture sintetis (SAR) orbit tinggi pertama di dunia, telah memasuki orbit operasionalnya.
Menurut CNSA, satelit tersebut dalam kondisi baik, antena SAR berhasil dipasang, dan segera melakukan pengujian di orbit, dalam tugas lanjutannya.
Meng Lingjie, wakil kepala perancang teknik, pada Pusat Data dan Sistem Pengamatan Bumi CNSA mengatakan, satelit tersebut secara tepat memasuki orbit yang telah ditentukan, setelah empat kali melakukan manuver.
Meng mengatakan, bahwa membentangkan antena SAR yang besar adalah hal yang sangat krusial, karena pengujian di orbit yang teliti dan presisi, hanya dapat dilakukan setelah antena terbentang.
Diluncurkan pada tanggal 13 Agustus dengan roket Long March-3B, satelit ini telah menembus teknologi-teknologi utama, dan mampu melakukan pengamatan sepanjang hari di segala cuaca diatas wilayah Tiongkok, dan wilayah sekitarnya.
Menurut Meng, satelit ini nantinya akan menyediakan data yang langsung dan sensitif, untuk pencegahan dan mitigasi bencana di negara tersebut, yang akan meningkatkan kemampuan komprehensif dalam pencegahan, mitigasi, dan bantuan bencana.
Satelit ini juga dapat memenuhi kebutuhan pemantauan gempa bumi, survei tanah dan sumber daya, dan diterapkan di industri kelautan, konservasi air, meteorologi, pertanian, perlindungan lingkungan, dan kehutanan.
Dibandingkan dengan satelit penginderaan jauh optik yang menggunakan kamera, satelit L-SAR4 01 dilengkapi dengan radar sintetis, yang memancarkan gelombang elektromagnetik ke bumi, dan kemudian menerima gelombang pantulan kembali untuk dianalisis, guna memperoleh citra radar yang kaya dengan informasi.
Dengan demikian, satelit dapat memperoleh gambar tanpa memerlukan cahaya, dan mengamati kondisi cuaca di bawah awan, sehingga dapat melakukan observasi Bumi sepanjang hari dan segala cuaca.
Hal ini sangat memudahkan mendapatkan informasi tepat waktu mengenai daerah yang terkena bencana, misalnya apakah jembatan dan jalan akan runtuh, dan berapa banyak air yang menyebar.
Satelit L-SAR4 01, beroperasi pada orbit yang sangat tinggi – hampir 40.000 kilometer diatas permukaan Bumi. (CGTN)