Beijing, Radio Bharata Online - Para peneliti di Tiongkok mengintegrasikan robot dengan tujuan khusus dengan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk melakukan berbagai tugas yang menantang dan berbahaya, termasuk operasi tulang belakang, dan pemadaman kebakaran.

Berkat perpaduan antara robotika dan AI, para ahli ortopedi di Rumah Sakit Ketiga Universitas Peking di Beijing sedang menguji coba robot bedah untuk melakukan operasi tulang belakang yang rumit, mulai dari merencanakan jalur operasi hingga melaksanakan pengangkatan taji tulang.

Pada bulan Juli tahun ini, robot membantu dalam operasi laminektomi pertama di dunia. Langkah-langkah kunci dari prosedur tersebut salah satunya adalah pengangkatan lamina tulang, dilakukan secara mandiri oleh robot.

"Robot ini menggunakan algoritma yang lebih akurat yang mempertimbangkan serangkaian parameter seperti kekuatan, kecepatan, dan jarak. Banyak perbaikan telah dilakukan melalui pembelajaran AI. Pada akhirnya, alat ini berhenti segera setelah menembus tulang, dengan akurasi sekitar 0,3 hingga 0,5 milimeter," kata Li Weishi, Dekan departemen ortopedi Rumah Sakit Ketiga Universitas Peking.

Li, yang timnya melakukan laminektomi dengan bantuan robot, percaya bahwa perangkat robotik mewakili masa depan pembedahan dan perawatan kesehatan.

"Bahkan untuk dokter yang berpengalaman sekalipun, kondisi dan kinerja mereka selama operasi mungkin tidak stabil dari hari ke hari. Robot dapat menghilangkan perbedaan tersebut dan memastikan ketepatan operasi," katanya.

Sementara algoritme AI membuat beberapa robot dengan tujuan khusus menjadi lebih pintar, kemajuan dalam rekayasa material dan struktural telah membuat beberapa robot lainnya menjadi lebih kuat.

Sebuah perusahaan yang berbasis di Beijing telah menciptakan robot pemadam kebakaran tahan panas yang dapat bekerja selama 30 menit di bawah suhu ekstrem 1.000 derajat Celcius.

"Kami telah melengkapi robot ini dengan track dan sasis ulat yang terbuat dari logam dan tahan suhu tinggi. Dengan semua struktur modular tahan suhu tinggi yang memungkinkannya untuk menyelidiki, berkomunikasi, dan memadamkan api, robot ini dapat menggantikan manusia untuk pekerjaan yang berbahaya," ujar Chen Jin, Wakil Manajer Umum perusahaan untuk bidang teknologi.

Data menunjukkan bahwa pasar robot tujuan khusus di Tiongkok telah tumbuh setiap tahunnya rata-rata lebih dari 30 persen sejak 2017. Pada tahun 2024, ukuran pasar diperkirakan akan mencapai 3,4 miliar dolar AS (sekitar 51 triliun rupiah).