Beijing, Bharata Online - Perusahaan Swiss, baik berskala besar maupun kecil, akan memperoleh keuntungan biaya yang signifikan menyusul penandatanganan protokol untuk meningkatkan perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) antara Tiongkok dan Swiss pada hari Jumat (30/10) lalu, kata Delegasi Swiss Centers, Nicolas Musy.

Tiongkok dan Swiss menandatangani FTA awal mereka pada tahun 2013, dan perjanjian tersebut mulai berlaku pada Juli 2014. Kedua negara memulai negosiasi untuk meningkatkan perjanjian tersebut pada September 2024 dan mengumumkan penyelesaiannya pada Agustus 2026, setelah melalui lima putaran perundingan.

Berdasarkan protokol tersebut, kedua belah pihak akan membuat komitmen berstandar tinggi untuk lebih membuka perdagangan barang, jasa, dan investasi, sekaligus memperbarui aturan yang mencakup ketentuan asal barang, fasilitasi perdagangan, hambatan teknis dalam perdagangan, perdagangan digital, persaingan usaha, serta perdagangan dan pembangunan berkelanjutan.

Musy menekankan bahwa peningkatan perjanjian ini hadir pada saat yang krusial, mengingat perusahaan-perusahaan Swiss menghadapi persaingan ketat dari para pesaing Eropa di pasar Tiongkok.

"Perusahaan-perusahaan Swiss banyak bersaing dengan perusahaan Eropa lainnya, seperti dari Jerman, Italia, atau terkadang Prancis. Perjanjian perdagangan bebas ini memberikan mereka keunggulan biaya di Tiongkok. Produk mereka biasanya sangat berkualitas, namun sering kali mahal. Oleh karena itu, faktor ini sangat berarti bagi perusahaan Swiss maupun mitra Tiongkok mereka, baik mitra yang membantu dalam penjualan maupun mitra dalam usaha patungan untuk mengembangkan produk bersama," ujar Musy.

Sektor-sektor tradisional yang menjadi kekuatan Swiss, termasuk farmasi dan bahan kimia, akan terus mendapatkan keuntungan, ungkap pejabat tersebut.

"Secara tradisional, Swiss banyak menjual produk medis ke Tiongkok. Saat ini, mereka tidak hanya melakukan produksi di Tiongkok, tetapi juga semakin banyak menjalin kemitraan dengan perusahaan baru maupun perusahaan riset di Tiongkok yang mengembangkan produk farmasi. Baik melalui pembelian produk maupun pembentukan usaha patungan, perusahaan farmasi besar asal Swiss bekerja sama dengan pihak Tiongkok untuk memasarkan produk yang ditemukan di Tiongkok ke seluruh dunia, tidak terbatas hanya di Tiongkok saja. Jadi, ini merupakan aspek baru," tutur Musy.

Sektor permesinan Swiss mempertahankan kehadiran yang kuat di Tiongkok, dengan sebagian kegiatan sektor tersebut telah dilokalisasi. Ia mencatat bahwa perusahaan-perusahaan Swiss berskala lebih kecil yang memproduksi instrumen kini semakin banyak menjalin kemitraan di Tiongkok untuk melokalisasi produksi mereka.

Seorang pejabat dari Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan bahwa Swiss merupakan mitra dagang terbesar ketujuh bagi Tiongkok di Eropa, sementara Tiongkok adalah mitra dagang terbesar bagi Swiss di Asia. Nilai perdagangan bilateral mencapai 49,04 miliar dolar AS (sekitar 889 triliun rupiah) pada tahun 2025.

Swiss Centers merupakan organisasi nirlaba yang mendukung perekonomian Swiss dengan menyediakan layanan yang disesuaikan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memasuki pasar Tiongkok maupun pasar Asia lainnya.