Beijing, Bharata Online - Tiongkok telah mengajukan proposal empat poin untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah dan kawasan Teluk, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing pada hari Selasa (21/4), seraya mendesak agar semua pihak menunjukkan ketulusan yang maksimal pada saat kritis ini.
Guo menyampaikan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang situasi terkini di Timur Tengah dan kawasan Teluk, serta peran Tiongkok dalam mempromosikan perundingan perdamaian dan de-eskalasi.
"Konflik Iran merupakan salah satu tantangan paling mendesak yang dihadapi komunitas internasional. Baru-baru ini, Presiden Xi Jinping menyampaikan empat poin usulan tentang menjaga dan mendorong perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Pertama, tetap berkomitmen pada prinsip hidup berdampingan secara damai. Tiongkok mendukung negara-negara di kawasan ini dalam meningkatkan hubungan mereka. Penting untuk berupaya membangun arsitektur keamanan bersama, komprehensif, kooperatif, dan berkelanjutan di Timur Tengah dan kawasan Teluk. Kedua, tetap berkomitmen pada prinsip kedaulatan nasional. Kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah negara-negara Teluk harus dihormati dengan sungguh-sungguh. Ketiga, tetap berkomitmen pada prinsip supremasi hukum internasional. Penting untuk secara tegas menegakkan sistem internasional dengan PBB sebagai intinya, tatanan internasional berdasarkan hukum internasional, dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional yang didukung oleh tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB. Kita harus mencegah dunia kembali ke hukum rimba. Keempat, tetap berkomitmen pada pendekatan yang seimbang terhadap pembangunan dan keamanan. Tiongkok siap berbagi peluang dengan negara-negara di kawasan ini melalui modernisasi Tiongkok. Semua pihak harus berupaya menciptakan lingkungan yang baik untuk pembangunan negara-negara Teluk. Usulan tersebut sepenuhnya mewujudkan posisi konsisten dan upaya aktif Tiongkok untuk mendorong perdamaian, mengakhiri permusuhan, dan menganjurkan penyelesaian sengketa melalui dialog. Sebagai solusi Tiongkok untuk mengakhiri konflik dan mewujudkan perdamaian, usulan tersebut telah menerima pengakuan dan dukungan yang semakin meningkat dari negara-negara regional dan komunitas internasional," papar Guo.
"Situasi saat ini berada pada tahap kritis, yaitu apakah konflik dapat berakhir atau tidak. Pada saat-saat seperti ini, sangat penting bagi semua pihak untuk menunjukkan ketulusan yang maksimal, berpegang pada arah penyelesaian politik, menjaga momentum gencatan senjata dan negosiasi, serta berupaya untuk memulihkan jalur normal melalui Selat Hormuz dan perdamaian serta stabilitas di Timur Tengah dan kawasan Teluk secepatnya. Dipandu oleh semangat usulan empat poin Presiden Xi Jinping, Tiongkok akan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk memainkan peran aktif dan konstruktif dalam proses ini," ujar Jubir tersebut.