HONG KONG, Radio Bharata Online  - Pesawat jet penumpang baru Tiongkok yang diproduksi di dalam negeri, memulai debutnya di luar daratan pada Rabu (13 Desember). Media internasional di Hong Kong melihat dari dekat untuk pertama kalinya.

Pesawat jet C919 melakukan penerbangan komersial perdananya pada Mei lalu, menjadi ambisi kunci Beijing selama puluhan tahun untuk bersaing dengan Barat, serta untuk mengurangi ketergantungan Tiongkok pada teknologi asing.

Pihak berwenang Tiongkok berharap, pesawat ramping yang dibuat oleh perusahaan milik negara, Commercial Aircraft Corp of China (COMAC) ini akan menantang model asing seperti Boeing 737 MAX.

C919 kini dipajang di Bandara Internasional Hong Kong, akan terbang di atas Pelabuhan Victoria di kota itu pada hari Sabtu mendatang.

Pemimpin Hong Kong, John Lee, pada hari Rabu memuji pengembangan C919, dan model yang lebih kecil yakni ARJ21, yang lebih dulu dibuat oleh COMAC  sebagai "tonggak penting" dalam penerbangan Tiongkok.

Pada upacara penyambutan di Bandara, Lee mengatakan, keberhasilan pengembangan jet penumpang besar ini, melambangkan posisi terdepan Tiongkok dalam industri manufaktur transportasi.

Wartawan dan tamu, diundang untuk melakukan tur pesawat pada hari Rabu. C919, yang mendarat di Hong Kong pada hari Selasa, akan terbang mengelilingi kota itu dua kali pada Sabtu pagi, jika cuaca memungkinkan. (CNA)