BEIJING, Radio Bharata Online - Riyadh Air, maskapai penerbangan nasional Arab Saudi yang baru didirikan, berencana untuk mulai beroperasi pada tahun 2025. Penerbangan langsung ke kota-kota di Tiongkok akan diluncurkan pada awal tahun 2026, karena maskapai ini optimis terhadap pertumbuhan permintaan perjalanan bisnis dan liburan, antara Tiongkok dan Arab Saudi.
Maskapai Riyadh Air didirikan awal tahun 2023, dan berencana meluncurkan penerbangan langsung yang menghubungkan Riyadh, dan kota-kota utama di Tiongkok Beijing, Shanghai, Guangzhou provinsi Guangdong; Chengdu provinsi Sichuan, dan kota-kota lain dari waktu ke waktu.
CEO Riyadh Air, Tony Douglas kepada media mengatakan, maskapai ini adalah startup penerbangan terbesar dalam 30 tahun terakhir. Sebagai maskapai nasional baru Arab Saudi, Riyadh Air berencana menghubungkan 110 kota secara global dalam waktu lima tahun beroperasi.
Tony Douglas mengunjungi Tiongkok bulan ini, untuk mengadakan pembicaraan dengan Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok, dan berbagai maskapai penerbangan Tiongkok.
Menurutnya, ada permintaan yang besar terhadap konektivitas bisnis antara Tiongkok dan Arab Saudi. Douglas juga melihat permintaan perjalanan wisata yang besar, karena masyarakat mempunyai rasa ingin tahu tentang Arab Saudi.
Douglas, yang memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun di industri penerbangan, transportasi dan logistik mengatakan, Riyadh tidak memiliki koneksi langsung dengan kota-kota di Tiongkok, sehingga perlu untuk memperluas koneksi tersebut dengan segera.
Saat ini hubungan antara Arab Saudi dan Tiongkok telah mengalami perkembangan yang lebih kuat dan lebih penting dalam beberapa tahun terakhir, dimana Tiongkok menjadi mitra dagang utama Arab Saudi, Timur Tengah, dan Afrika Utara. (China Daily)