Nizhny Novgorod, Radio Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, bertemu dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Laos, Saleumxay Kommasith, di sela-sela Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS di kota Nizhny Novgorod, Rusia barat, pada hari Senin (10/6), untuk mendiskusikan hubungan antara kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Wang, yang juga anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, memuji kerja sama pragmatis antara kedua negara dan menyebut Jalur Kereta Api Tiongkok-Laos sebagai proyek penting dan simbol dalam pembangunan komunitas Tiongkok-Laos untuk masa depan bersama.

Kereta Api Tiongkok-Laos telah menyuntikkan dorongan baru untuk kerja sama Sabuk dan Jalan berkualitas tinggi dan pembangunan yang saling terhubung di wilayah tersebut, katanya.

Dalam menghadapi situasi internasional yang kompleks dan tugas pembangunan domestik, Wang mengatakan bahwa Tiongkok dan Laos sebagai tetangga yang bersahabat dan berbagi nasib yang sama, perlu bersatu dan berkolaborasi satu sama lain untuk mengatasi tantangan bersama.

Dia mengatakan kedua belah pihak perlu menghindari gangguan eksternal, menentang tindakan yang memprovokasi konfrontasi blok dan secara efektif menjaga situasi perdamaian dan stabilitas secara keseluruhan di wilayah tersebut.

Wang mengatakan bahwa Tiongkok dengan tegas mendukung Laos dalam menjalankan tugasnya sebagai negara yang saat ini memegang jabatan presiden bergilir ASEAN, dan menyerukan upaya untuk bersama-sama membangun komunitas Tiongkok-ASEAN yang lebih dekat dengan masa depan bersama.

Dengan memperhatikan bahwa tahun ini menandai peringatan 70 tahun Lima Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai, Wang mengatakan bahwa Tiongkok siap untuk bekerja sama dengan negara-negara lain di kawasan ini, termasuk Laos, untuk terus melanjutkan tradisi mulia Lima Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai, mengikuti perkembangan zaman, dan bergerak menuju masa depan yang lebih baik.

Saleumxay Kommasith mengatakan Partai Revolusioner Rakyat Laos, pemerintah Laos dan rakyatnya sangat mementingkan hubungan dengan Tiongkok.

Dengan memperhatikan bahwa kerja sama antara kedua negara telah berkembang pesat, Saleumxay Kommasith mengingatkan bahwa kedua negara telah menandatangani rencana aksi kedua untuk membangun komunitas Tiongkok-Laos dengan masa depan bersama, meletakkan fondasi yang lebih kuat untuk kerja sama di masa depan.

Dalam menghadapi situasi internasional dan regional yang kompleks saat ini, kerja sama antara Laos dan Tiongkok sangat penting, tambahnya.

Pihak Laos menghargai peran konstruktif dan terdepan yang dimainkan oleh Tiongkok dalam urusan internasional dan regional, dan sebagai negara yang memegang kepresidenan ASEAN bergilir tahun ini, Laos akan melakukan yang terbaik untuk mempromosikan kerja sama ASEAN-Tiongkok dan memastikan arah yang benar dalam kerja sama Asia Timur, kata Saleumxay Kommasith.

BRICS adalah singkatan dari asosiasi lima negara berkembang utama, yakni Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan.