New York, Radio Bharata Online - Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB, Fu Cong, pada hari Senin (24/6) meminta Amerika Serikat untuk kembali ke Rencana Aksi Komprehensif Gabungan atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi kembalinya rencana tersebut ke jalur yang benar.

Fu Cong menyampaikan pernyataan tersebut saat berpidato dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai isu nuklir Iran.

Umumnya dikenal sebagai kesepakatan Iran, JCPOA adalah kesepakatan yang dicapai antara negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB dan Iran mengenai program nuklir Iran. AS menarik diri dari kesepakatan tersebut pada bulan Mei 2018.

Dengan memperhatikan bahwa JCPOA adalah pencapaian besar diplomasi multilateral yang didukung oleh Dewan Keamanan, Fu menekankan pentingnya perjanjian tersebut.

Dia mengatakan bahwa AS secara sepihak menarik diri dari perjanjian komprehensif tersebut dan memberikan tekanan ekstrem terhadap Iran, yang telah memperpanjang krisis nuklir Iran hingga saat ini.

Fu mendesak AS untuk bertanggung jawab, menunjukkan niat baik, dan menciptakan kondisi yang kondusif agar rencana tersebut segera kembali ke jalur yang benar.

Ia mengatakan Tiongkok akan terus bekerja sama dengan semua pihak untuk memastikan kesepakatan awal dalam memulihkan implementasi rencana tersebut, mendorong penyelesaian politik masalah nuklir Iran, menjaga rezim non-proliferasi internasional, dan berjuang tanpa lelah untuk perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.