Lebanon, Bharata Online - Sebanyak 464 anggota kontingen penjaga perdamaian Tiongkok ke-24 untuk Lebanon dianugerahi medali perdamaian PBB pada hari Selasa (3/11), sebagai bentuk pengakuan atas komitmen teguh mereka dalam menjaga stabilitas di wilayah selatan Lebanon yang dilanda konflik.
Medali PBB merupakan penghargaan internasional yang diberikan kepada anggota kontingen nasional atas pengabdian mereka dalam operasi militer dan kepolisian gabungan PBB, mulai dari upaya pemeliharaan perdamaian dan misi kemanusiaan hingga penanggulangan bencana. Pada bagian belakang medali tersebut tertera tulisan "In the Service of Peace" (Dalam Pengabdian demi Perdamaian).
Penghargaan ini diserahkan dalam sebuah upacara penganugerahan medali yang berlangsung di kamp pasukan penjaga perdamaian Tiongkok di desa Hanniyah, Lebanon selatan. Upacara ini ditujukan bagi kontingen yang bertugas sebagai bagian dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).
Dalam upacara tersebut, komandan dan kepala pasukan penjaga perdamaian UNIFIL melakukan pemeriksaan terhadap pasukan Tiongkok dan menyematkan medali kepada para personel penjaga perdamaian.
"Di garis depan konflik, setiap misi selalu disertai dengan risiko yang tidak terduga. Kehormatan ini tidak diraih dengan mudah. Saya merasa bangga, namun juga diliputi rasa takzim yang mendalam. Saya sangat sadar bahwa di balik kemuliaan ini terdapat komitmen teguh yang terus dijaga hari demi hari," ujar Cheng Yuda, salah satu anggota kontingen penjaga perdamaian Tiongkok ke-24.
Kontingen ke-24 ini, yang mencakup detasemen zeni serbaguna, detasemen zeni konstruksi, dan detasemen medis, telah menjalankan misi PBB sejak Desember 2025.
Sejak konflik berskala besar meletus di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel pada awal Maret tahun ini, kontingen penjaga perdamaian Tiongkok tetap teguh di pos masing-masing. Mereka melaksanakan berbagai tugas, seperti mendeteksi dan membersihkan sisa-sisa bahan peledak, menyingkirkan hambatan di jalan, serta memberikan dukungan medis darurat.
Mereka juga telah membangun lebih dari 40 proyek pertahanan, yang memperkuat kemampuan pertahanan di area kamp UNIFIL.
Selain tugas-tugas utamanya, para personel penjaga perdamaian ini juga aktif terlibat dalam bantuan kemanusiaan, dengan menyumbangkan lebih dari 7.000 barang serta mengadakan lebih dari 30 kegiatan pertukaran dan kunjungan bersama organisasi-organisasi lokal. Keterlibatan mereka didasarkan pada kehadiran Tiongkok di Lebanon yang telah berlangsung selama hampir dua dekade, dengan lebih dari 8.800 personel penjaga perdamaian yang telah bertugas di sana sejak tahun 2006.
UNIFIL pertama kali dibentuk pada tahun 1978 untuk memastikan penarikan mundur Israel dari Lebanon. Setelah perang tahun 2006 antara Hizbullah dan Israel, mandat UNIFIL diperluas melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 untuk memantau penghentian permusuhan serta mendampingi pengerahan angkatan bersenjata Lebanon di seluruh wilayah Lebanon selatan seiring dengan penarikan pasukan Israel.
Pada bulan Agustus 2025, Dewan Keamanan memperpanjang mandat UNIFIL untuk terakhir kalinya hingga 31 Desember 2026, yang akan diikuti dengan pengurangan jumlah personel dan penarikan penuh dalam kurun waktu satu tahun setelahnya.