Beijing, Radio Bharata Online - Tiga rencana aksi diluncurkan pada forum tingkat tinggi tentang pembangunan hijau dari Belt and Road Forum for International Cooperation (BRF) ketiga di Beijing pada hari Rabu (18/10) sore, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan desain tingkat atas dan mekanisme kerja sama untuk pembangunan hijau Sabuk dan Jalan.

Tiga hasil dari forum ini adalah Inisiatif Beijing untuk Pembangunan Hijau Sabuk dan Jalan, Kemitraan Investasi dan Pembiayaan untuk Pembangunan Hijau, dan Rencana Aksi untuk Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Hijau di Kawasan Asia Tengah.

Inisiatif Beijing untuk Pembangunan Hijau Sabuk dan Jalan mengadvokasi peningkatan kerja sama di antara semua pihak dalam menangani perubahan iklim, tata kelola keanekaragaman hayati, pencegahan polusi, infrastruktur hijau, energi hijau, keuangan hijau, dan bidang lainnya. Inisiatif ini bertujuan untuk memperdalam kemitraan untuk pembangunan hijau di bawah Prakarsa Sabuk dan Jalan.

Kemitraan Investasi dan Pembiayaan untuk Pembangunan Hijau bertujuan untuk secara aktif mempromosikan kerja sama dalam investasi dan pembiayaan untuk pembangunan hijau. Kemitraan ini berupaya untuk mengeksplorasi evaluasi investasi dan pembiayaan hijau, membangun sistem standar hijau untuk pembangunan bersama Belt and Road, dan mengatasi hambatan investasi dan pembiayaan yang timbul dalam proses tersebut.

"Koalisi Pembangunan Hijau Internasional Prakarsa Sabuk dan Jalan, bersama dengan mitra-mitra Tiongkok, bersama-sama memprakarsai Kemitraan Investasi dan Pembiayaan untuk Pembangunan Hijau untuk memberikan solusi praktis dalam mempromosikan proyek-proyek hijau di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan," ujar Zhou Guomei, Direktur Departemen Kerjasama Internasional di Kementerian Ekologi dan Lingkungan Tiongkok.

Rencana Aksi untuk Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Hijau di Kawasan Asia Tengah yang dirilis bersamaan ini diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman dan teknologi Tiongkok dan negara-negara Asia Tengah di berbagai bidang seperti tata kelola ekologi, pertanian hemat air, ketahanan pangan, pemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan, dan konservasi keanekaragaman hayati. 

Dengan mekanisme dialog, hal tersebut akan memfasilitasi implementasi dan transformasi serangkaian pencapaian teknologi hijau untuk memberikan dukungan teknologi bagi pembangunan hijau dan berkelanjutan di Asia Tengah.

"Kita harus hidup selaras dengan alam, bukan berperang melawannya. Jalur Sutra Hijau adalah alat penting yang dapat membantu kita semua keluar dari jalan buntu di masa lalu dan membawa kita ke jalur baru yang bermanfaat bagi manusia dan planet," ujar Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa pada forum tersebut.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 400 orang dari lebih dari 40 negara ini merupakan bagian dari Belt and Road Forum for International Cooperation yang ketiga.