Tokyo, Bharata Online - Perenang senior sekaligus juara Olimpiade asal Tiongkok, Wang Shun, telah menyelesaikan penampilan terakhirnya di Asian Games setelah meraih satu medali emas dan dua medali perunggu di Aichi-Nagoya, Jepang. Ia meninggalkan warisan berupa kegigihan selama 16 tahun berkarier bersama tim renang Tiongkok.

Dalam wawancara eksklusif dengan China Central Television (CCTV) yang ditayangkan pada hari Kamis (24/9), Wang yang berusia 32 tahun mengaku tidak memiliki penyesalan setelah berpartisipasi dalam lima edisi Asian Games. Perjalanan kariernya selama 16 tahun telah membawanya bertransformasi dari perenang putra termuda di tim menjadi salah satu atlet paling berpengalaman.

"Asian Games ini adalah kali kelima saya berkompetisi. Dari tahun 2010 hingga 2026, waktu 16 tahun berlalu begitu cepat, dan kini tibalah Asian Games kelima saya. Saya kembali lagi ke tempat yang familier ini. Ini juga merupakan salah satu lokasi tempat saya memenangkan medali emas Olimpiade Tokyo pada tahun 2021. Jadi, saya sangat bahagia. Ada begitu banyak kenangan di sini," ujar Wang.

Di kolam renang yang sama di Tokyo lima tahun lalu, Wang berhasil meraih medali emas nomor gaya ganti perorangan 200 meter pada Olimpiade Tokyo. Namun, kali ini situasinya berbeda.

"Lima tahun lalu, karena alasan tertentu, tidak ada penonton yang hadir, sehingga kemenangan itu lebih terasa seperti dukungan dan tepuk tangan dari rekan-rekan setim saya saja. Kali ini di Asian Games, ada jauh lebih banyak penggemar renang, serta keluarga saya, termasuk orang tua saya, dan tentu saja, banyak teman. Mereka semua datang ke lokasi pertandingan untuk menonton serta memberikan sorakan, semangat, dan dukungan bagi tim renang Tiongkok. Sebab, olahraga kompetitif membutuhkan atmosfer seperti itu. Dan pada nomor gaya ganti perorangan 200 meter, saat saya merasakan sorakan dan yel-yel dari semua orang, hal itu sekaligus mengobati rasa kecewa saya karena tidak adanya penonton saat Olimpiade Tokyo 2021," kata Wang.

Karier panjangnya di dunia renang sungguh luar biasa, terutama mengingat beratnya tuntutan nomor andalannya, gaya ganti perorangan, yang mengharuskan atlet menguasai keempat gaya renang. Sementara perenang lain hanya berfokus pada satu gaya, Wang harus berlatih keempat gaya tersebut secara bersamaan.

Saat ditanya bagaimana ia mampu bertahan menjalani disiplin yang begitu berat dalam waktu yang lama, Wang mengungkapkan pola pikir yang unik.

"Terkadang saya memiliki cara pandang yang berbeda. Misalnya, semakin lelah saya merasa, semakin saya berusaha merangkul dan merasakan kelelahan itu. Meskipun tubuh terasa sangat lelah, saat mencatatkan waktu yang bagus, terutama saat latihan, pikiran terasa benar-benar bahagia. Jika saya mencatat peningkatan meski hanya sedikit, seperti 0,1 detik, atau jika saya lebih cepat satu detik dibandingkan siklus sebelumnya, rasa bahagia itu sudah cukup untuk membantu saya melewati masa-masa yang terasa menjemukan tersebut," ujar Wang.

Mengenai masa depannya, Wang yakin akan satu hal.

"Satu hal yang pasti: bahkan setelah saya pensiun nanti, saya tidak akan pernah meninggalkan dunia olahraga ataupun renang. Saya akan tetap berada di sekitar kolam renang dengan peran yang berbeda dan terus menjadi bagian darinya," kata Wang.