Beijing, Bharata Online - Sektor grosir dan ritel Tiongkok mencatatkan pertumbuhan yang stabil pada kuartal pertama tahun 2026, memberikan dukungan yang kuat untuk membangun pasar domestik yang kokoh, kata Kementerian Perdagangan Tiongkok pada hari Senin (27/4).

Menurut kementerian tersebut, dari Januari hingga Maret 2026, nilai tambah perdagangan grosir dan ritel Tiongkok tumbuh 4,1 persen secara tahunan menjadi 3,5 triliun yuan (sekitar 8.815 triliun rupiah) yang menyumbang 10,5 persen dari produk domestik bruto negara itu.

Di sektor grosir, volume transaksi pasar komoditas utama yang dipantau oleh kementerian tersebut meningkat 8,6 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026. Di antaranya, volume transaksi di pasar bahan produksi dan barang konsumsi industri meningkat masing-masing 16,1 persen dan 10,7 persen.

Kementerian tersebut mengatakan, di sektor ritel, penjualan ritel barang mencapai 11,3 triliun yuan (sekitar 28.454 triliun rupiah) pada kuartal pertama 2026, naik 2,2 persen secara tahunan.

Pasar perkotaan dan pedesaan menunjukkan vitalitas yang kuat, dengan potensi konsumsi yang semakin meningkat. Pada kuartal pertama 2026, arus pelanggan dan omset di 78 jalan pejalan kaki dan distrik komersial utama yang dipantau oleh kementerian tersebut meningkat masing-masing 5,2 persen dan 4,8 persen secara tahunan.

Penjualan ritel online juga mempertahankan pertumbuhan pesat di daerah pedesaan. Pada kuartal pertama 2026, penjualan ritel online di daerah pedesaan meningkat 11 persen secara tahunan, sementara penjualan ritel online produk pertanian meningkat 14,7 persen.

Program tukar tambah barang konsumsi juga terus mendapatkan daya tarik. Kacamata pintar, yang untuk pertama kalinya memenuhi syarat untuk subsidi tahun ini, telah muncul sebagai sorotan baru. Didorong oleh kebijakan tersebut, perusahaan-perusahaan utama melihat penjualan kacamata pintar pada kuartal pertama meningkat 42,4 persen dalam volume dan 46,8 persen dalam nilai secara tahunan.