BEIJING, Radio Bharata Online - Saat ini semua instrumen satelit penginderaan jarak jauh Tiongkok telah beroperasi, hal tersebut dikatakan oleh Shanghai Academy of Spaceflight Technology, pengembang satelit meteorologi sipil Tiongkok. Instrumen ini nantinya akan digunakan untuk pengujian di orbit pada tahap berikutnya.
Sebagai informasi, Tiongkok meluncurkan satelit FY-3F pada bulan Agustus, menjadikannya satu-satunya negara di dunia yang mengoperasikan empat satelit meteorologi sipil yang mengorbit dekat Bumi secara bersamaan—meliputi orbit pagi, siang, malam, dan miring.

Gambar pertama pencitraan gelombang mikro satelit Fengyun-3F. /foto: China Meteorological Administration
Berkat sepuluh instrumen penginderaan jauh yang ada di satelit, telah dikumpulkan empat jenis citra, antara lain data komposisi atmosfer, observasi pencitraan, data deteksi, dan data observasi anggaran radiasi bumi.
Satelit ini meningkatkan pemantauan global terhadap ozon, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan gas-gas lainnya. Para peneliti dapat menggunakan alat sintesis data untuk menghasilkan citra langit cerah global berdasarkan data satelit. Pencitra gelombang mikro satelit memperoleh data sepanjang hari dengan presisi tinggi dalam segala kondisi cuaca, sehingga memberikan dukungan penting bagi pemantauan lingkungan global dan pencegahan bencana.

Grafik garis (di atas) menunjukkan total radiasi matahari dan grafik (di bawah) menunjukkan energi keluar bumi yang merupakan radiasi yang dipantulkan dari permukaan bumi. /foto: China Meteorological Administration
Soal data deteksi, satelit memiliki tiga detektor untuk melakukan CT scan Bumi, memperoleh data suhu dan kelembapan atmosfer, serta mendukung prakiraan cuaca global.
Satelit FY-3F diperkirakan akan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Maret tahun depan, menyajikan data meteorologi global, menurut Akademi Teknologi Penerbangan Luar Angkasa Shanghai. [CGTN]