BEIJING, Radio Bharata Online - Bersamaan dengan pesawat ruang angkasa kargo Tianzhou-7 yang berhasil merapat ke stasiun luar angkasa Tiangong pada Kamis pagi, kargo pengiriman anaerobic archaea, sejenis mikro organisma ber sel satu telah dikonfirmasi. Dengan melakukan simulasi lingkungan luar bumi, para peneliti Tiongkok mencoba untuk mengungkap misteri yang sudah ada sejak zaman kuno, yaitu, apakah ada kehidupan di luar Bumi.

Archaea anaerobik adalah salah satu bentuk kehidupan tertua di Bumi, dan penyumbang utama metana di atmosfer bumi. Mereka tersebar luas di lingkungan anaerobik seperti lingkungan laut dalam, sawah, dan perut hewan mamalia.

Alasan mengapa jenis mikroorganisme ini dipilih untuk melakukan petualangan ke luar angkasa, Dong Xiuzhu, peneliti di Institut Mikrobiologi, Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok mengatakan, bahwa meskipun mikroorganisme lain mungkin memerlukan faktor kompleks untuk bertahan hidup, archaea anaerobik dapat berkembang hanya dengan hidrogen dan karbon dioksida, dan kemudian berubah menjadi metana.

Dibawa oleh pesawat ruang angkasa kargo Tianzhou-7, archaea anaerobik ini telah dikirim ke stasiun luar angkasa Tiongkok pada hari Kamis.

Liu Zhu, Profesor di Departemen Earth System Science, Tsinghua University, seperti dikutip dalam wawancara dengan China Central Television mengatakan,

dengan memanfaatkan paparan radiasi kosmik luar angkasa, ditambah dengan lingkungan gayaberat mikro, dan faktor ekstrem lainnya seperti suhu, jenis lingkungan ini menguji kemampuan hidup dari bentuk kehidupan awal di Bumi, dalam kondisi luar angkasa.

Menurut laporan media, penjelajah Curiosity milik NASA, sejak mendarat di Mars pada tahun 2012, telah mendeteksi sinyal metana yang tidak dapat dijelaskan beberapa kali. Para ilmuwan berspekulasi bahwa emisi metana ini mungkin merupakan produk sampingan dari metabolisme biologis luar bumi, dimana bakteri penghasil metana, dianggap sebagai salah satu bentuk kehidupan potensial, termasuk di Mars atau Enceladus, salah satu bulan Saturnus.

Pakar menjelaskan, bahwa jika bakteri penghasil metana dapat bertahan hidup di lingkungan seperti itu dan menunjukkan pertumbuhan yang kuat sambil menghasilkan metana, hal ini membuktikan bahwa bentuk kehidupan primitif di Bumi, memang dapat berkembang biak di lingkungan luar bumi, dan bahkan berpotensi tumbuh. (Global Times)