Beijing, Bharata Online - Presiden Myanmar, Min Aung Hlaing, mengakhiri kunjungan kenegaraan lima harinya ke Tiongkok pada hari Jumat (19/6), dengan kedua pihak berjanji untuk memperdalam persahabatan "pauk-phaw (persaudaraan)" dan memperkuat kerja sama di berbagai sektor.
Kunjungan ini merupakan kunjungan kenegaraan pertama pemimpin Myanmar ke Tiongkok sejak menjabat sebagai Presiden, dan bertepatan dengan peringatan 76 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Setelah singgah di Beijing dan Shanghai, Min Aung Hlaing tiba di Kota Hangzhou, Tiongkok Timur, pada hari Jumat (19/6), dengan mengunjungi Unitree, perusahaan robotika terkemuka Tiongkok, serta perusahaan material baru.
Selama kunjungan tersebut, Tiongkok dan Myanmar mengeluarkan pernyataan bersama tentang percepatan pembangunan komunitas Tiongkok-Myanmar dengan masa depan bersama.
Pernyataan tersebut menyerukan untuk meneruskan persahabatan "pauk-phaw", memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan, memajukan kerja sama Belt and Road dan Koridor Ekonomi Tiongkok-Myanmar, serta memperluas koordinasi dan kerja sama dalam urusan regional dan global. Kunjungan tersebut juga menyoroti bantuan berkelanjutan Tiongkok kepada Myanmar pasca gempa bumi, penyederhanaan akses karantina untuk produk pertanian, dan upaya bersama untuk memerangi kejahatan lintas batas.
Kedua pihak juga menandatangani sejumlah dokumen kerja sama yang mencakup transportasi, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan masyarakat, media, dan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Myanmar dan Tiongkok semakin kooperatif. Kami juga menyambut bisnis Tiongkok ke Myanmar, investasi ke Myanmar," kata U Zaw Win Myint, Duta Besar Myanmar untuk Tiongkok.
Ko Ko, Ketua Myanmar Narrative Think Tank, mencatat bahwa kunjungan tersebut mencerminkan kedalaman kemitraan Myanmar-Tiongkok, yang akan membuka peluang baru untuk kerja sama praktis yang lebih erat, terutama di bidang ekonomi hijau.
"Negara kita, khususnya kepemimpinan baru, Presiden Min Aung Hlaing, ingin mempromosikan teknologi bersih, juga mempromosikan ekonomi hijau. Tiongkok sangat maju dalam ekonomi hijau dan produk hijau, bukan? Semuanya, mulai dari tekstil hingga kendaraan, semuanya sangat hijau. Jadi saya sangat yakin bahwa kita akan melihat banyak kerja sama antara Myanmar dan Tiongkok terkait teknologi hijau dan ekonomi hijau dalam waktu dekat," ujar Ko Ko.