Jakarta, Bharata Online - Upacara Penyematan “Pelayaran Cheng Ho: Sang Duta Persahabatan Dunia” Tiongkok (Yunnan)–Indonesia telah diselenggarakan pada Rabu (1/7) di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Kunming City College dan Universitas Al Azhar Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperdalam kerja sama di bidang pendidikan bahasa Mandarin, pertukaran mahasiswa, serta pertukaran budaya. Selain itu, delapan mahasiswa dari kedua universitas dipasangkan secara satu-satu sebagai “Duta Persahabatan”, membangun jembatan persahabatan lintas negara di kalangan generasi muda.
Upacara ini merupakan bagian penting dari rangkaian kegiatan pertukaran budaya “Pelayaran Cheng Ho: Sang Duta Persahabatan Dunia”, yang diselenggarakan oleh Kantor Informasi Pemerintah Provinsi Yunnan dan Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Provinsi Yunnan. Acara tersebut dihadiri hampir 200 dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Tiongkok dan Indonesia.
Wen Liao, Wakil Direktur Kantor Peradaban Spiritual Komite Partai Provinsi Yunnan, mengatakan bahwa lebih dari 600 tahun yang lalu, pelaut legendaris asal Yunnan, Laksamana Cheng Ho, melakukan tujuh pelayaran ke Samudra Barat dan beberapa kali mengunjungi Kepulauan Indonesia. Ia dikenal karena membawa perdamaian, memberikan pelayanan medis kepada masyarakat, serta menjalin hubungan yang bersahabat dengan penduduk setempat.
Hingga kini, kisahnya masih dikenang oleh masyarakat Indonesia. Menurutnya, penyematan Duta Persahabatan hari ini merupakan kelanjutan semangat persahabatan yang telah terjalin selama lebih dari enam abad. Ia berharap para pemuda yang terpilih dapat terus menjalin komunikasi, saling belajar, serta meneruskan nilai-nilai perdamaian dan persahabatan yang diwariskan Laksamana Cheng Ho kepada generasi berikutnya.
“Hari ini, ketika generasi muda Yunnan dan Indonesia saling bergandengan tangan dan menjalin persahabatan, kita bukan hanya menyaksikan sebuah pertemuan yang indah, tetapi juga meneruskan semangat yang telah diwariskan selama lebih dari 6 abad. Persahabatan lintas waktu ini kini memperoleh makna baru melalui Prakarsa Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative) , serta terus berkembang di Jalur Sutra Maritim Abad ke-21, memberikan energi baru bagi pertukaran budaya dan dialog antarperadaban kedua negara,” ujarnya.
Yu Zhuqing, Wakil Sekretaris Komite Partai sekaligus Wakil Rektor Kunming City College, menyampaikan bahwa universitas tersebut berakar di kampung halaman Laksamana Cheng Ho dan selama ini berkomitmen menjalankan pendidikan yang terbuka serta aktif mendukung pembangunan bersama dalam kerangka Prakarsa dan Jalan (Belt and Road Initiative). Dalam beberapa tahun terakhir, kampus ini telah menerima kunjungan mahasiswa, akademisi, dan kelompok seni dari Amerika Serikat, Inggris, Australia, serta berbagai negara lainnya.
Di saat yang sama, pihak universitas juga secara rutin mengirimkan dosen dan mahasiswa untuk melakukan kunjungan serta pertunjukan budaya ke Inggris, Nepal, Kenya, dan negara-negara lain. Menurutnya, program Duta Persahabatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa kedua negara untuk mempererat persahabatan, meningkatkan saling pengertian, dan bersama-sama meneruskan semangat Laksamana Cheng Ho.
“Saat ini, Kemitraan Strategis yang Komprehensif antara Tiongkok dan Indonesia terus diperdalam, dan pembangunan Komunitas Nasib Bersama Tiongkok-Indonesia telah memasuki babak baru. Kunming City College siap menjadikan kerja sama ini sebagai titik awal untuk berjalan berdampingan dengan Universitas Al-Azhar Indonesia. Kami berharap dapat mengalirkan tetesan kecil pertukaran pendidikan ini ke dalam arus luas kerja sama humaniora kedua negara, guna menyuntikkan kekuatan akademis yang bekelanjutan dalam mendukung implementasi Inisiatif Peradaban Global (Global Civilization Initiative) serta memperdalam persahabatan Tiongkok-Indonesia,” jelasnya.
Setelah upacara penyematan, delegasi dosen dan mahasiswa Kunming City College menampilkan pertunjukan medley lagu rakyat Yunnan, yang disambut dengan tarian dari mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia. Para mahasiswa dari kedua negara juga bersama-sama melukis gulungan lukisan bertema Laksamana Cheng Ho sepanjang sekitar delapan meter, yang menggambarkan kapal harta karun, ombak laut, serta kota-kota bersejarah.
Selain itu, berbagai kegiatan budaya seperti pengalaman mengenakan Hanfu dalam program “Menjelajahi Tiongkok Bersama Laksamana Cheng Ho”, kaligrafi Tiongkok, serta pencetakan tradisional Jia Ma khas Yunnan turut diselenggarakan. Melalui setiap senyum dan interaksi yang terjalin, para mahasiswa dari kedua negara merasakan secara langsung pesona budaya tradisional Tiongkok.