Beijing, Radio Bharata Online - Baru-baru ini Vivo meluncurkan Ponsel X100, dengan kecerdasan buatan (AI). Dengan diluncurkannya Vivo X100 di Beijing pada Senin malam(13/11), maka ponsel ini menjadi smartphone AI pertama di antara merek-merek besar dunia yang menyematkan AI dalam operasi sistemnya.
Raksasa telekomunikasi Tiongkok ini meluncurkan sub-merek AI-nya untuk pertama kalinya, yang mencakup chip AI, baterai, large language model (LLM), dan chip gambar.
Seperti diketahui, Ponsel Vivo Model X100 dan X100 Pro memiliki fitur LLM dalam perangkat dengan 7,0 miliar data, dan ini menjadi yang tertinggi di antara semua perangkat seluler.
LLM Vivo, dengan 13 miliar data dan koneksi online, menawarkan pengguna layanan seperti ChatGPT di perangkat seluler, yang mencakup asisten pintar, produksi konten generatif, dan pembuatan gambar. ChatGPT, atau chat generative pre-trained transformer, adalah chatbot berbasis LLM yang dikembangkan oleh OpenAI.

Perilisan ponsel Vivo X100 juga menandai debut komersial prosesor berorientasi AI baru dari MediaTek, yang dirilis baru-baru ini.
Menurut Huang Tao, wakil presiden produk Vivo, AI kini telah membawa seluruh industri ponsel pintar ke dalam "era baru", .
Ditambahkan oleh Huang, Vivo, dengan lebih dari 500 juta pengguna di seluruh dunia, adalah salah satu dari lima merek teratas di Tiongkok. Pertaruhannya pada AI akan membawa pengaruh pasar yang mendalam di masa depan, Ponsel baru ini didukung oleh Dimensity 9300, sebuah prosesor mobile dari MediaTek.
Sebagai informasi, Dimensity 9300 memang dirancang untuk AI generatif, dengan memberikan kinerja hingga dua kali lipat dari operasi integer dan floating-point generasi sebelumnya, dengan konsumsi daya yang lebih rendah hingga 45 persen.
Menurut MediaTek, sebuah perusahaan semikonduktor asal Taiwan. Chip ini memiliki mesin AI generatif tingkat perangkat keras untuk komputasi AI yang lebih cepat dan lebih aman,
Perancang chip seluler lainnya, Qualcomm, dari Amerika Serikat, juga bertaruh pada pengembangan AI generatif, seperti menunjukkan demo Stable Diffusion di perangkat seluler. Namun produk ini masih belum tersedia di pasaran.
Sementara itu, periset International, Data Corp pada bulan lalu menyebut, meski pasar ponsel pintar diperkirakan akan mencapai titik terendah pada tahun 2023, namun pasar ponsel pintar Tiongkok mengalami penurunan moderat pada kuartal ketiga tahun ini, , dan segera pulih kembali, Patut dicatat juga bahwa ponsel baru Vivo kini memiliki fitur teknologi ZEISS setelah kedua pihak mengumumkan peningkatan kerja sama pada Pameran Impor Internasional China ke-6 yang baru saja berakhir di Shanghai.
Untuk diketahui, Ponsel pintar Vivo X100 telah dilengkapi dengan lensa canggih pabrikan Jerman, yang meningkatkan fitur fotografi smartphone dalam kontrol chromatic aberration dan koreksi warna, membuatnya lebih dekat dengan level kamera profesional, Vivo X100 dan X100 Pro akan mulai dijual pada 21 November, dengan harga berkisar antara 3.999 yuan (Rp 8.5 juta) dan 5.999 yuan.[Shanghai Daily]