BEIJING, Radio Bharata Online - Ekspedisi penelitian Antartika Tiongkok ke-40, memulai pelayaran pada hari Rabu. Dengan perjalanan penelitian ilmiah yang dijadwalkan akan berlangsung selama lebih dari lima bulan, tugas utama ekspedisi ini adalah membangun stasiun Antartika baru di dekat Laut Ross, yang akan menjadi stasiun penelitian pertama Tiongkok, yang didedikasikan untuk sektor Pasifik, dan direncanakan akan selesai pada Februari 2024 .
Tim ekspedisi terdiri dari 460 lebih peneliti, dari lebih dari 80 institusi dalam negeri, yang dipimpin oleh tiga kapal, termasuk dua kapal pemecah es Xuelong-1 dan Xuelong-2 yang bertolak dari Shanghai. Mereka bertugas untuk melakukan penelitian ilmiah, membawa peneliti dan mengirimkan pasokan dasar.
Selain itu, kapal kargo Tianhui, yang berangkat dari kota Zhangjiagang di Provinsi Jiangsu Tiongkok Timur, akan mengangkut bahan keperluan konstruksi untuk stasiun penelitian baru.
Sun Bo, ketua Partai Institut Penelitian Kutub Tiongkok yang bertanggung jawab atas pembangunan stasiun mengatakan, pangkalan baru ini akan berada di wilayah pesisir Laut Ross di timur Antartika, dan mencakup area seluas 5.244 meter persegi. Pangkalan ini nantinya dapat menampung sekitar 80 personel penelitian di musim panas, dan 30 orang di musim dingin. Pangkalan ini juga direncanakan untuk melaksanakan pekerjaan penelitian ilmiah, dan observasi multi layer, multi disiplin, termasuk lingkungan atmosfer, lingkungan dasar laut, dan ekologi biota laut.
Menurut Sun, anggota tim peneliti ilmiah akan tiba di lokasi stasiun tersebut pada pertengahan Desember, dengan rencana menyelesaikan tugas konstruksi dalam waktu 60 hari.
Untuk diketahui, pangkalan baru di Antartika ini akan menjadi stasiun penelitian permanen ketiga Tiongkok, setelah Stasiun Zhongshan dan Stasiun Great Wall. (Global Times)