JAKARTA, Radio Bharata Online - Chatbot AI yang disetujui oleh pemerintah Tiongkok, menyebutkan reunifikasi Taiwan dan Tiongkok Daratan, kemungkinan besar akan terjadi. Chatbot tersebut bahkan menyebut Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari Tiongkok.
Mengutip The Independent, sejumlaah chatbot AI telah disetujui oleh pemerintah Tiongkok baru-baru ini, termasuk bot bernama Ernie dan dikembangkan oleh raksasa teknologi Baidu dan Doubao, milik ByteDance.
Ketika Bloomberg menguji beberapa layanan AI ini, dengan menanyakan apakah Taiwan adalah sebuah negara, semua chatbot yang diuji mengatakan bahwa pulau yang mempunyai pemerintahan sendiri itu adalah bagian sah dari Tiongkok. Chatbot Ernie dari Baidu mengatakan, kemungkinan besar militer Tiongkok akan mengambil alih Taiwan.
Ketika diminta untuk menanggapi pertanyaan yang dianggap sensitif, bot Ernie langsung mengubah topik pembicaraan. Sementara Zhipu akan menghapus tanggapannya jika dianggap kontroversial.
Device AI generatif tersebut diketahui dilatih dengan menganalisis data dalam jumlah besar, untuk merespons pertanyaan pengguna dengan balasan unik, yang mirip manusia.
Misalnya, ChatGPT dari OpenAI, telah menunjukkan berbagai kemampuan, mulai dari merangkum penelitian yang kompleks, menjawab pertanyaan logis, dan juga memecahkan ujian sekolah bisnis dan kedokteran.
Sejumlah perusahaan Tiongkok berupaya membuat chatbot AI versi mereka sendiri, mendorong regulator dunia maya mengeluarkan aturan dasar bagi perusahaan pengembang layanan AI generatif.
Namun sebelum peluncuran chatbot ini, pemerintah Tiongkok melakukan upaya selama beberapa bulan, untuk mengatur industri AI generatif.
Beberapa aturan yang diusulkan, berupaya memastikan konten sistem AI Tiongkok mencerminkan nilai-nilai inti sosialis, dan menghindari informasi yang meremehkan kekuasaan negara atau persatuan nasional. (RMOL)