Lima, Radio Bharata Online - Tiongkok sangat penting bagi Peru, kata Menteri Dalam Negeri Peru, Juan Jose Santivanez Antunez, dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network pada kesempatan pembukaan Pelabuhan Chancay yang dibangun dengan bantuan Tiongkok di dekat ibu kota Lima.
Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan mitranya dari Peru, Dina Boluarte, pada hari Kamis (14/11) menghadiri upacara pembukaan Pelabuhan Chancay melalui tautan video.
Pelabuhan Chancay terletak 80 kilometer di utara Lima, dan merupakan proyek utama di bawah Prakarsa Sabuk dan Jalan antara Tiongkok dan Peru. Setelah pelabuhan tersebut mulai beroperasi, waktu pengiriman antara Tiongkok dan Peru akan dikurangi menjadi 23 hari untuk perjalanan sekali jalan sehingga memangkas biaya logistik lebih dari 20 persen.
Xi tiba di Peru pada hari Kamis (14/11) untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Peru dan menghadiri Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC ke-31, yang dijadwalkan pada hari Jum'at (15/11) dan Sabtu (16/11) di Lima.
Dalam wawancara di sela-sela CEO Summit forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), menteri Peru itu mengatakan bahwa seiring Peru mengembangkan kemitraan strategis yang komprehensif yang tangguh dengan Tiongkok, ia berharap bahwa pengembangan hubungan bilateral akan menguntungkan kedua negara.
"Tiongkok sangat penting bagi Peru. Kami memiliki kemitraan strategis komprehensif yang tangguh dengan Tiongkok dan peresmian Pelabuhan Chancay sangat penting bagi Amerika Latin. Selain itu, seiring hubungan antara kedua negara secara bertahap menguat, kami berharap hubungan tersebut dapat membantu secara realistis mempromosikan pembangunan Peru dan kebangkitan Tiongkok di Amerika Latin," katanya.
Ia juga mengatakan bahwa Peru bekerja sama dengan Tiongkok dan negara-negara lain di seluruh dunia dalam urusan keamanan dalam upaya untuk mempromosikan pembangunan dengan mengurangi tindakan seperti kejahatan transnasional.
"Kami bekerja sama dengan Tiongkok dan negara-negara lain di seluruh dunia dalam urusan keamanan. Kami percaya bahwa kami harus menindak kejahatan transnasional, yang berarti badan intelijen di seluruh dunia dan kepolisian nasional harus bekerja sama erat untuk berkontribusi pada pembangunan negara kami," katanya.