MALE, Radio Bharata Online – Bekerasama dengan Tiongkok, Maladewa telah meluncurkan inisiatif pembangunan yang signifikan, yang bertujuan untuk meningkatkan sektor pariwisata dengan penciptaan zona pariwisata terintegrasi. Proyek ambisius ini, yang diberi nama ‘Commercial Spine’, merupakan gagasan dari Housing Development Corporation (HDC) di Maladewa, dan Hunan Construction Investment Group di Tiongkok.

Inisiatif ini mewakili investasi bersama sebesar USD 50 juta, dan merupakan bukti komitmen pemerintah Maladewa untuk merevitalisasi industri pariwisata, dan menciptakan lapangan kerja baru di wilayah Male.

'Commercial Spine' adalah proyek yang direncanakan dengan cermat, dan dirancang untuk mendukung industri perhotelan yang sedang berkembang. Ini akan berfungsi sebagai pusat tambahan untuk hotel-hotel yang akan datang di Urban Island, menawarkan serangkaian layanan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dan penduduk lokal. Desainnya terdiri dari tujuh bangunan yang saling berhubungan, enam di antaranya merupakan bangunan komersial, dan satu bangunan diperuntukkan sebagai bangunan pendukung. Kompleks ini akan memiliki total ruang komersial seluas 290 kaki persegi.

Tata letaknya mencerminkan etos arsitektur Maladewa, menampilkan bangunan-bangunan bertingkat rendah yang dihubungkan oleh jembatan dengan konstruksi yang terintegrasi.  Desain ini dirancang untuk menjadi landmark ikonik, sekaligus  melambangkan komitmen Maladewa terhadap pembangunan berkelanjutan dan harmonis.

Setelah selesai dibangun, 'Commercial Spine' nantinya akan menjadi kawasan komersial terbesar di Maladewa. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pariwisata lokal, dan menciptakan platform bagi pengrajin lokal untuk memamerkan dan menjual produk mereka. Dengan menarik merek-merek internasional besar, hal ini juga akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi dan diversifikasi.

Presiden Maladewa Mohammed Muizzu, menggarisbawahi pentingnya Tiongkok sebagai mitra pembangunan.  Dalam kunjungannya baru-baru ini ke Tiongkok, Muizzu menyerukan peningkatan upaya untuk membangun kembali posisi Tiongkok, sebagai pasar utama pariwisata Maladewa, yang mencerminkan dominasi Tiongkok di masa lalu, sebagai sumber utama wisatawan sebelum pandemi COVID-19.  (sunonline)